Kamis, 04 Maret 2021 22:56

​Ruang Isolasi Penuh, RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar Tak Terima Pasien Rujukan Covid-19

Jumat, 11 Desember 2020 13:13 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Akina Nur Alana
​Ruang Isolasi Penuh, RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar Tak Terima Pasien Rujukan Covid-19
Bagian depan Gedung Rawat Inap Rumah Sakit Mardi Waluyo, Kota Blitar.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Kapasitas ruang isolasi pasien Covid-19 di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar penuh. Akibatnya, rumah sakit plat merah itu terpaksa tidak lagi menerima pasien rujukan Covid-19.

Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, Herya Putra mengatakan, pihaknya tidak lagi menerima pasien rujukan Covid-19 karena total tempat tidur di RS Mardi di ruang isolasi sudah melebihi kapasitas.

"Total tempat tidur dari 23 sudah kami tingkatkan jadi 29. Kemudian dari 29 kami naikkan lagi ke 35 dan ini sudah melebihi kapasitas. Ditambah lagi masih ada pasien suspek di IGD yang masih menunggu hasil pemeriksaan. Kami khawatir tidak bisa melayani dengan maksimal," ujar Herya, Jumat (11/12/2020).

Dia menuturkan, hal ini sifatnya situasional. Artinya, jika ada jadi tempat tidur yang kosong, penerimaan pasien rujukan akan dibuka kembali. Karena perubahan jumlah pasien Covid-19 berubah-ubah setiap waktu, tergantung kondisi pasien.

"Kalau ada tempat tidur yang kosong dan kapasitas cukup ya akan kami cabut sewaktu-waktu. Karena perubahan ini kan sangat cepat tergantung kondisi pasien," ujarnya.

Selain itu, pihak RSUD Mardi Waluyo juga telah berkoordinasi dengan dinas kesehatan untuk menyiapkan beberapa rumah sakit darurat di Kota Blitar. Serta mengatur alur keluar masuknya pasien.

"Mungkin untuk yang gejala sedang bisa dirawat di RS darurat dulu. Kemudian kalau di ruang isolasi kami ada yang sudah mulai membaik, mungkin akan kami minta melanjutkan recovery dengan isolasi mandiri atau isolasi ke RS darurat," paparnya.

Sejauh ini, pasien yang dirawat di ruang isolasi RSUD Mardi Waluyo berbeda-beda masa perawatannya. Namun ada kondisi tertentu yang mengharuskan pasien dirawat lebih lama daripada masa isolasi pada umumnya.

"Untuk saat ini, kami belum menghitung rata-rata yang dirawat di RS berapa lama. Namun memang ada yang memanjang masa perawatannya karena kondisi pasien mengkhawatirkan sehingga butuh waktu lama untuk recovery," ujar Herya.

Untuk diketahui, selain pasien rujukan, RSUD Mardi Waluyo juga menerima pasien yang datang secara pribadi. Jumlah pasien pribadi ini yang selama ini tidak bisa dikendalikan karena pihak rumah sakit tidak bisa menolak pasien.

"Kita juga ada pasien yang datang bukan rujukan, jadi langsung dari pribadi pasien. Ini yang tidak bisa kami kendalikan selama ini dan kami tidak bisa menolak juga. Nah, yang bisa diatur ini justru yang rujukan," pungkasnya. (ina/ns)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Rabu, 03 Maret 2021 05:40 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Data ini benar-benar mengejutkan. Bayangkan. Dari 1.000 orang Indonesia, 950 orang kekurangan vitamin D. Loh, bukankah sinar matahari di Indonesia melimpah?Ternyata sinar matahari saja tidak cukup. Lalu harus ditambah ...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 27 Februari 2021 11:53 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...