Stasiun Wilayah Daop 7 Madiun.
MADIUN, BANGSAONLINE.com - Libur Natal baru saja berlalu. Sebanyak 79.665 pelanggan telah dilayani oleh PT KAI Daop 7 Madiun. Dengan rincian, sebanyak 35.988 pelanggan yang berangkat dan 43.677 pelanggan yang datang di wilayah Daop 7 Madiun.
Humas PT KAI Daop 7 Ixfan Hendriwintoko menuturkan, data pelanggan itu tercatat selama masa libur Natal, yakni mulai tanggal 18 - 25 Desember.
BACA JUGA:
- Kontraktor Keluhkan Pembayaran Proyek PT INKA Madiun Belum Lunas, Tersisa Rp100 Juta
- 513 Rumah Warga Madiun Dapat Sambungan Listrik Gratis dari Program BPBL Seruni KMP Bidang IV
- Libur May Day 2026, Stasiun Blitar Dipadati Penumpang, KAI Catat Lonjakan di Sejumlah Stasiun Daop 7
- Autodebit JKN Jadi Solusi Praktis Jaga Kepesertaan Tetap Aktif
"Tentunya mereka yang telah berangkat sudah dinyatakan sehat bebas Covid-19. Karena pada saat akan berangkat para pelanggan wajib memiliki surat rapid antigen dengan hasil negatif, dan memiliki suhu tubuh tidak lebih dari 37.3 derajat celcius," tutur Ixfan.
Para pelanggan dituntut untuk mematuhi protokol kesehatan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak). Saat di atas kereta api pun, lanjut Ixfan, ada pengukuran suhu setiap 3 jam sekali. Kemudian pembatasan jumlah pelanggan sebesar 70% dari kapasitas tempat duduk yang ada.
Sampai dengan saat ini (Minggu, 27/12), PT KAI Daop 7 Madiun memberikan fasilitas tambahan rapid antigen di stasiun dengan harga yang cukup murah Rp 105.000. Adapun stasiun yang melayani yaitu Madiun, Jombang, Kertosono, dan Kediri.
"Perlu diketahui oleh semua pelanggan KA, bahwa masa rapid antigen berlaku selama 3x24 jam. Diimbau kepada para pelanggan untuk melakukan rapid antigen H-1 sebelum keberangkatan, agar tidak sampai tertinggal KA yang akan dinaiki. Menurut data kami, ada sejumlah 1.435 pelanggan yang telah berangkat dan memanfaatkan layanan rapid antigen di Stasiun Wilayah Daop 7 Madiun," bebernya.
Ixfan menambahkan bahwa jika terdapat pelanggan yang dinyatakan positif saat rapid antigen di stasiun, maka yang bersangkutan akan diarahkan ke ruang isolasi.
"Kemudian diberikan arahan utk melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke rumah sakit. Dan selanjutnya dilakukan koordinasi dengan dinas tekait atau satgas daerah untuk dilakukan pendataan dan penanganan lebih lanjut guna memutus penyebaran Covid-19," pungkasnya. (hen/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




