Senin, 19 April 2021 15:08

Kawasan Hutan Pegunungan Wilis dalam Kondisi Kritis, Perkawis Rencanakan Gelar Aksi Konservasi

Senin, 28 Desember 2020 16:46 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Muji Harjita
Kawasan Hutan Pegunungan Wilis dalam Kondisi Kritis, Perkawis Rencanakan Gelar Aksi Konservasi
Peta warna merah adalah hutan dalam kondisi kritis. (foto: ist)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kawasan hutan di Pegunungan Wilis kini berada dalam kondisi kritis. Hal tersebut diungkapkan oleh Tofan Ardi, Ketua Umum Pelestari Kawasan Wilis (Perkawis) Tunggal Rogo Mandiri (Tulungagung, Nganjuk, Trenggalek, Ponorogo, Madiun, dan Kediri).

Ia mengatakan bahwa kelestarian kawasan Wilis merupakan tanggung jawab bersama sebagai bagian dari perubahan untuk mengembalikan Wilis menjadi Benteng Ketahanan Ekologi, Benteng Ketahanan Bencana, dan Benteng Ketahanan Ekonomi.

Berdasarkan peta yang diolah menggunakan software Qgis mengacu pada data Kementerian LHK tentang kondisi kritis dan hasil overlay memakai teknik polygon, Tofan mengungkapkan, kondisi hutan di wilayah Kediri, Tulungagung, Madiun, dan Trenggalek berada dalam kondisi kritis.

Menurut Tofan, kawasan hutan kritis di Pegunungan Wilis mencapai 15.733 ha dan tersebar di 6 kabupaten, yakni Trenggalek, Tulungagung, Ponorogo, Madiun, Nganjuk, dan Kediri.

BACA JUGA : 

Makam Mbah Mursyad Sudah Dibuka untuk Peziarah

Hindari Kemacetan Menuju Kota Kediri, Warga Bulusari Ini Pilih Naik Perahu

Masih Pandemi, Makam Mbah Wasil Kediri Belum Bisa Diziarahi

Dandim dan Kapolres Kediri Kota Gelar Giat Santri Gruduk Masjid Panjalu

Di Kediri, lanjut Tofan, luasan lahan kritis saat ini mencapai 5.392 ha dan tersebar di empat kecamatan, yakni Semen, Tarokan, Grogol, dan Mojo.

"Luas areal hutan rusak di Kecamatan Grogol bahkan mencapai 2.357 ha. Hal ini tentu menjadi permasalahan serius bagi pemerintah maupun masyarakat. Sebab, jika hujan, berpotensi longsor dan jika kemarau berpotensi kekeringan, sebab hutan tak lagi berfungsi sebagai zona tangkapan air," ujar Tofan, Senin (28/12/2020).

Masih menurut Tofan, kondisi kerusakan hutan ini dipicu oleh beragam faktor. Namun aksi pembalakan hutan dan alih fungsi lahan dari lahan hutan menjadi ladang perkebunan palawija adalah faktor paling dominan.

"Faktor ekonomi selalu menjadi dalih aksi alih fungsi hutan. Sebab ketika paham egosentris terus menguasai pola pikir manusia, maka masalah ekologi tak lagi menjadi konsiderans penting dalam pengambilan kebijakan," tutur Tofan.

Karena itu, Tofan menilai, paham ekologis yang mengajarkan bahwa kesadaran bertumpu pada alam harus ditularkan, sebab alam sudah memberikan tanda. Perkawis berkomitmen untuk bersama-sama menjaga ekologi demi keberlangsungan kehidupan di kawasan Tunggal Rogo Mandiri.

Tofan menjelaskan bahwa Pelestari Kawasan Wilis berkomitmen untuk melaksanakan aktivitas konservasi di Gunung Wilis untuk mengembalikan fungsi Wilis sebagai Benteng Ketahanan Ekologi, Benteng Ketahanan Bencana, dan Benteng Ketahanan Ekonomi.

Selama tahun 2019, masih lanjut Tofan, Pelestari Kawasan Wilis telah menanam sebanyak 10.000 pohon dan melakukan aksi konservasi di 3 kabupaten, yakni di wilayah Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek, Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk, dan Kecamatan Kalipang Kabupaten Kediri.

"Dan sesuai rencana, awal Januari 2021, Pelestari Kawasan Wilis akan menggelar aksi konservasi di wilayah Kediri," pungkas Tofan. (uji/zar)

Teh Panas Rp 5.000, Teh Dingin Rp 10.000, Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (7)
Minggu, 18 April 2021 22:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com –Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan kali ini M Mas’ud Adnan – sang narator - mereview tentang orang Madura yang tiba-tiba haus. Ia pun pergi ke warung di pinggir jalan. Ia membeli teh. Di warung itu semua barang yang ...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Senin, 19 April 2021 05:29 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dua guru besar ini punya integritas dan reputasi tinggi di bidangnya masing-masing. Nah, Dahlan Iskan kali ini tak banyak menulis. Tapi menurunkan pandangan dua profesor yang dua-duanya kontra dan kritis terhadap Vaksin...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...