Ir. Joko Irianto, Sekda Trenggalek. foto: HERMAN/ BANGSAONLINE
TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Mengantisipasi risiko yang ditimbulkan dari jebolnya Bendungan Tugu, Sekda Trenggalek dan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai Brantas) beserta OPD terkait menggelar rapat koordinasi (Rakor) tentang Rencana Tindak Darurat (RTD). Rakor dilaksanakan di ruang sekda setempat, Jumat (15/1).
Sekda Trenggalek Ir. Joko Irianto menyampaikan, rakor kali ini dalam rangka memberikan sosialisasi tentang risiko yang ditimbulkan apabila Bendungan Tugu mengalami keruntuhan.
BACA JUGA:
- Bupati Trenggalek Dukung Program Swasembada Pangan Berbasis Sekolah
- Hadapi Ancaman Kekeringan, Pemkab Trenggalek Siapkan Teknologi Penghasil 40 Liter Air per Malam
- Pemkab Trenggalek Ajukan Pinjaman Rp70 Miliar ke PT SMI untuk Jalan dan Kawasan Wisata
- Bupati Trenggalek Pastikan WFH Tak Ganggu Layanan Publik
"Jadi, ini adalah sosialisasi Rencana Tindak Darurat, karena Bendungan Tugu akan mulai diisi air," kata Joko mengawali pembicaraannya.
Disampaikan oleh Joko, pengisian air nantinya akan dilakukan secara bertahap. Setelah diisi air, selanjutnya akan dilakukan analisa apakah terjadi resapan atau kebocoran.
"Cuma tadi sudah diyakinkan dari balai besar bahwa kemampuan bendungan ini sudah sangat kuat dan insyaallah aman," katanya.
Meski dinyatakan aman, Joko menekankan pentingnya tentang risiko yang timbul nantinya. Oleh karena itu dalam rakor tersebut juga diberikan beberapa petunjuk tentang bagaimana menyelamatkan diri dalam keadaan darurat. Terutama masyarakat di lima wilayah yakni Kecamatan Tugu, Karangan, Trenggalek, Pogalan, dan Durenan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





