Rabu, 16 Juni 2021 14:20

Ini Siasat Pelaku UMKM di Lamongan Bertahan Saat Pandemi

Jumat, 29 Januari 2021 16:35 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Nur Qomar Hadi
Ini Siasat Pelaku UMKM di Lamongan Bertahan Saat Pandemi
Sri Wahyuni, pengusaha makanan olahan saat menunjukkan hasil produksi. (foto: ist)

LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sempat terpukul akibat pandemi Covid-19. Pasalnya, daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19, sehingga berpengaruh terhadap pendapatan UMKM.

Sri Wahyuni, pengusaha makanan olahan di Kabupaten Lamongan mengakui, pandemi Covid-19 sangat berpengaruh dalam penjualan. Bahkan bahan baku juga sering mengalami kenaikan harga.

"Tahun lalu memang sangat berat dan lesu. Tapi kita sekarang harus tetap survive (bertahan hidup) dan bangkit, dengan mengincar pasar lebih potensial," tutur Yuni yang tinggal di Kecamatan Kedungpring.

Sebelum pandemi Covid-19, kata Yuni, dirinya meraup omzet besar dari pasar menengah ke atas. Produknya cukup mengalir di pasar dan toko-toko modern di luar daerah.

BACA JUGA : 

Kunjungi Pasar Sidoharjo Lamongan, Wamendag Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil

Cetak Santripreneur, Pemkab Sumenep Prioritaskan ​Program Kewirausahaan Pesantren

Hadiri Rapat Pleno, Bupati Yuhronur: ​IWAPI Elemen Penting Kebangkitan Ekonomi Lamongan

Cara Makannya Unik, Dua Tangan, Gubernur Khofifah Promosikan Kue Jumbrek Lamongan

Namun ketika pandemi, pasar tersebut turun drastis. Apalagi, terdapat pembatasan aktivitas masyarakat. Karena situasi tersebut, Yuni terus mencari terobosan untuk membangkitkan usahanya.

Dia mengubah target marketing ke pasar menengah dan bawah. Hasilnya, pasar tersebut ternyata bergairah saat ini. "Jadi keripik kemasan kecil dan roti sisir Rp 2 ribuan per bungkus justru banyak permintaan," ujarnya, Jumat (29/1/2021).

Dalam sehari, dia mampu menghabiskan 6 kuintal ubi-ubian dan pisang sebagai keripik. Bahkan, Yuni sampai kerepotan dalam memenuhi permintaan yang cukup tinggi.

"Karena kan itu harganya dijangkau masyarakat. Biasanya yang mengambil ke sini pedagang yang dijual lagi," katanya.

Di saat seperti ini, Yuni mengaku tidak kesulitan bahan baku untuk mendukung produksinya. Dirinya mampu mempekerjakan sebelas pegawai untuk memenuhi banyak permintaan.

"Sebenarnya kalau karyawan lebih sedikit dibandingkan tahun lalu, karena pasar menengah ke atas kan masih belum normal," pungkas wanita berjilbab tersebut. (qom/zar)

Demam Euro 2021, Warga Desa di Pasuruan Ini Kibarkan Ratusan Bendera Ukuran Raksasa
Senin, 14 Juni 2021 23:58 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Euforia sepak bola Piala Eropa atau Euro tahun 2021 menggema di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di tanah air. Warga pesisir di Kabupaten Pasuruan misalnya, mereka ikut memeriahkan perhelatan Euro 2021 dengan mema...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Rabu, 16 Juni 2021 08:42 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Laksamana Sukardi, mantan politikus PDIP, menulis buku. Baru terbit. Ia menceritakan perisitiwa pemecatan dirinya sebagai Menteri BUMN. Yang hanya menjabat 6 bulan. Ia dipecat Presiden Gus Dur. Karena ada lapora...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...