Gubernur Khofifah Tinjau Vaksinasi di Gresik, Perlu Ditambah hingga 1.000 Vaksinator

Gubernur Khofifah Tinjau Vaksinasi di Gresik, Perlu Ditambah hingga 1.000 Vaksinator Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Gresik, Sabtu (30/1/2021). foto: ist/ bangsaonline.com

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur  Indar Parawansa meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten . Titik pertama yang dikunjunginya yaitu rumah vaksin di Rumah Sakit Semen . Kapasitas di Rumah Vaksin ini bisa untuk 100 orang per hari.

Setibanya di rumah vaksin, Gubernur disambut Wakil Bupati Mohammad Qosim, Kepala Dinkes Jatim Herlin, Kepala Dinkes Kabupaten drg. Ghozali. Selanjutnya menyapa tenaga kesehatan yang akan divaksinasi, petugas di ruang pendaftaran, tempat skrinning, tempat vaksinasi, ruang tunggu dan observasi.

Seusai meninjau Rumah Vaksin di RS Semen , Gubernur beserta rombongan melakukan pengecekan ke Puskesmas Alun-alun Kabupaten . Tempat proses vaksinasi ditempatkan di lantai 2 Puskesmas. Kepala Puskesmas Alun-alun Anisah Machmudah beserta jajarannya turut menyambut kedatangan Gubernur .

Usai melakukan peninjauan, orang nomor satu di Pemprov Jatim itu mengatakan, kunjungan ini dilakukan untuk memastikan proses vaksinasi yang dilakukan di Kabupaten bisa terukur sesuai target Presiden RI Joko Widodo.

Untuk mempercepat vaksinasi di Jatim, menjelaskan perlu adanya penambahan fasilitas layanan kesehatan dan tenaga vaksinator untuk melakukan percepatan vaksinasi Covid-19. Dengan menambah fasyankes dan vaksinator, maka yang ditargetkan Presiden Jokowi agar vaksinasi tuntas dalam waktu 12 bulan Insya Allah dapat terealisasi.

“Memang kita harus menambah fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Kalau saat ini, di terdapat 56 fasyankes yang melayani vaksinasi maka perlu ditambah menjadi 100 fasyankes. Begitu juga vaksinatornya juga harus ditambah. Minimal dibutuhkan 500 vaksinator dan secara bertahap perlu ditambah hingga 1.000 vaksinator,” jelas .

"Sehingga cakupan vaksinasi di masing-masing fasyankes bisa berjalan lebih massif. Sehingga diharapkan 12 bulan dapat menyelesaikan vaksinasi," imbuhnya.

Menurut , langkah ini perlu dilakukan terutama pada Kota Surabaya, Kabupaten , dan Sidoarjo yang mendapatkan prioritas untuk memperoleh vaksin ini. Sehingga nantinya bisa dijadikan referensi bagi kabupaten/kota lainnya.

Selain itu, lanjut , diperlukan koordinasi sangat teknis oleh seluruh stakeholder, tokoh masyarakat, tokoh agama, serikat buruh, dan serikat pekerja. Dengan demikian, akan bisa bersama-sama menggerakkan masyarakat untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan 3M dan masyarakat juga bisa mengikuti vaksinasi.

“Kita harus terus melakukan sosialisasi 3M agar yang sehat tidak terpapar, serta masyarakat bisa mengikuti vaksinasi,” tuturnya.

Sementara Wakil Bupati Mohammad Qosim mengatakan, masyarakat Kabupaten menyambut vaksinasi Covid-19 dengan baik. Sekitar 4.460 orang yang telah divaksin di dan belum ditemukan keluhan setelah vaksinasi. Vaksinasi itu aman dan membuat semakin kebal tubuhnya sehingga berangsur-angsur virus Covid-19 akan enyah dari Bumi Indonesia,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinkes Kabupaten drg. Ghozali menjelaskan, Vaksinasi Covid-19 dilakukan pada 56 fasyankes di Kabupaten . Dari fasyankes yang ada, akan ditingkatkan menjadi 100 fasyankes ketika sasaran vaksinasi ditujukan untuk masyarakat umum.

Sementara untuk tenaga vaksinator di Kabupaten hingga hari ini mencapai 277 orang. Untuk melakukan percepatan vaksinasi, Pemkab akan menambah minimal 500 hingga 1.000 vaksinator.

“Agar target Jatim khususnya di Kabupaten akhir tahun bisa selesai vaksinasi,” pungkasnya. 

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 telah dilaksanakan di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur. Bahkan Pemprov Jatim juga telah melakukan vaksinasi tahap kedua, pada Kamis (28/01/2021) di Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan No. 110 Surabaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Viral! Video Manusia Menikahi Kambing di Gresik, Bupati Mengecam: Jahiliyah!':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO