Kamis, 22 April 2021 23:16

Ternyata Pasuruan Punya Buah Siwalan dan Legen, Rasanya Bisa Diadu, Siap Dibudidayakan

Rabu, 10 Februari 2021 20:50 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Ahmad Fuad
Ternyata Pasuruan Punya Buah Siwalan dan Legen, Rasanya Bisa Diadu, Siap Dibudidayakan
Kades Gunungsari saat menunjuk pohon siwalan dan legen.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Tak banyak publik yang tahu bahwa Kabupaten Pasuruan mempunyai potensi buah siwalan dan minuman legen. Pada umumnya, buah siwalan memang terkenal berasal dari wilayah Tuban, Lamongan, dan Gresik.

Adapun legen Pasuruan ini rasanya tak kalah dengan legen dan siwalan di luar daerah.

"Legen Gunungsari ini lebih manis, lebih terasa dibanding dengan legen lainnya," jelas Kades Gunungsari, Muharom kepada BANGSAONLINE.com di Puncak Gunungsari, Beji, Pasuruan, Rabu (10/02).

Muharom menjelaskan bahwa legen dan siwalan di daerahnya itu mempunyai ciri khas yang berbeda. "Di sini itu buah legen ada sendiri, buah siwalan ada sendiri," kata Muharom.

BACA JUGA : 

Terkait Kasus Nihilnya PADes Pandean, Komisi I DPRD Pasuruan Panggil Inspektorat dan Kepolisian

Ning Fitri Bersama Perempuan Bangsa Pilih Rayakan Hari Kartini dengan Anak Yatim

Dinilai Tak Prosedural, Persetujuan Perubahan Ketiga Raperda Kabupaten Pasuruan Nomor 6/2015 Ditunda

Eko Suryono Minta Pemerintah Dukung Ekonomi Rakyat Pasuruan Melalui Pasar Desa

Ia menjabarkan bahwa siwalan di daerahnya bisa menghasilkan legen, tetapi yang buah legen itu ada sendiri. Adapun jenis buahnya menurut dia sama, hanya saja kalau buah siwalan itu manggarnya berbunga dan yang legen tidak berbunga.

Muharom menuturkan bahwa buah legen di Pasuruan memang sedikit, namun peminatnya sangat banyak, termasuk dari luar daerah. Sehingga, begitu buah tersebut panen, langsung habis diserbu. Karena itu, buah dari petani legen dan siwalan itu tak sampai dijual di pasaran.

Muharom berharap ke depannya buah tersebut bias dibudidayakan. Di samping untuk penunjang APBDes, juga mengurangi penggguran. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Pasuruan bisa mendukung gagasannya itu. "Setidaknya nama Pasuruan juga terangkat," pungkasnya.

Sementara Nik Sugiharti, Anggota Komisi II DPRD Pasuruan berharap pemerintah merespons pengembangan potensi buah itu. "Saya harap pemerintah bisa memperhatikan potensi yang ada di Desa Gunungsari itu," harap anggota Fraksi Golkar tersebut.

Dia menyatakan jika dewan siap membantu pembudidayaan pohon siwalan dengan melakukan penanaman pohon-pohon siwalan di lahan kosong milik pemerintah. (afa/ian)

​Cendekiawan Muslim tak Tahu Jumlah Juz Al-Quran
Rabu, 21 April 2021 22:01 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episode 10 ini bercerita tentang seorang menteri yang juga pengurus organisasi cendekiawan muslim. M Mas’ud Adnan - narator anekdot Gus Dur - bercerita bahwa pada akhir kekuasaan ...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Kamis, 22 April 2021 09:45 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Banyak negara mulai mengumumkan pertumbuhan ekonominya setelah didera pandemik Covid-19. Yang paling tinggi Tiongkok. Tapi pertumbuhan ekonomi India juga mengejutkan. Hanya saja Covid-19 di India gila-gilaan. Seti...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...