Sabtu, 08 Mei 2021 19:29

Bencana Banjir Jombang Makin Parah, ACT Kediri Dirikan Posko Kemanusiaan dan Kesehatan

Kamis, 11 Februari 2021 14:25 WIB
Editor: Tim
Wartawan: Muji Harjita
Bencana Banjir Jombang Makin Parah, ACT Kediri Dirikan Posko Kemanusiaan dan Kesehatan
Posko Kesehatan yang didirikan oleh ACT Kediri bersama dengan relawan dari BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia), ARMI (Aliansi Relawan Muslim Indonesia) Kediri, IEA (Indonesian Escorting Ambulance) dan MRI (Masyarakat Relawan Indonesia). foto: ist.

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kediri mendirikan Posko Kemanusiaan dan  Kesehatan di lokasi banjir Kecamatan Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang. Posko tersebut untuk membantu warga yang tertimpa musibah banjir.

ACT Kediri tidak sendirian, tapi bersama relawan dari BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia), ARMI (Aliansi Relawan Muslim Indonesia) Kediri, IEA (Indonesian Escorting Ambulance), dan MRI (Masyarakat Relawan Indonesia).

Amaliah Nurlaili, Marketing Communication ACT Kediri menjelaskan bahwa bencana banjir Jombang kian hari makin parah.

"Berdasarkan info yang kami didapat, Kamis (11/2) pagi ini, ketinggian air bertambah ±30 cm dan masih terus bertambah hingga mencapai hampir 2 meter," kata Amaliah di Kediri, Kamis (11/2).

BACA JUGA : 

Peringati HUT ke-2, 87 Lovers WWN Kediri Gelar Bukber dengan ODGJ

Gelar Baksos di Bulan Suci, RGR Kota Kediri Bagikan Sembako di Area Pemakaman Tionghoa

Peradaban, RDKC, dan AMK Pamekasan Berikan Santunan ke Penderita Kanker Pembuluh Darah

Kunjungi Korban Banjir di Jombang, Risma Berikan Bantuan

Menurut Amaliah, banjir kali ini adalah yang terparah selama kurang lebih 40 tahun terakhir. Banjir besar terjadi sekitar tahun 1985-an dan baru terjadi kembali pada tahun 2021 ini. Akibatnya, banjir menengelamkan 6 desa di Kecamatan Bandarkedungmulyo. Yang terparah yakni Desa Bandar Kedungmulyo, Desa Godangmanis, Desa Brangkal, Pucangsimo, dan Desa Banjarsari.

"Informasi yang kami peroleh, jumlah pengungsi mencapai 1.748 KK dengan total 5.480 jiwa yang terdiri dari bayi, anak-anak hingga dewasa," imbuh Amaliah.

Untuk itulah, lanjut Amaliah, Aksi Cepat Tanggap Kediri bersama relawan mendirikan 2 posko kesehatan yang berada di Desa Kedungbagus dan Desa Kedungasem untuk memberikan bantuan pelayanan kesehatan pasca banjir dan trauma healing kepada masyarakat.

Menurutnya, saat ini penyakit yang diderita korban banjir yakni kutu air, kembung, dan penyakit gerontik (asam urat, kolestrol, hipertensi). Beberapa masyarakat juga menderita gangguan psikis akibat trauma pasca banjir.

"Selain itu, kami juga sudah mengirimkan logistik berupa biskuit, air mineral, dan susu juga diberikan sebagai gizi penunjang," pungkas Amaliah seraya mengatakan bahwa saat ini yang dibutuhkan warga adalah terpal, selimut, dan obat-obatan. (uji).

Awal Mula Tarawih Cepat di Ponpes Hidayatullah Al Muhajirin Bangkalan
Jumat, 07 Mei 2021 23:44 WIB
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Ada fenomena yang selalu viral setiap Bulan Ramadan, yakni Salat Tarawih Cepat. Jika di Indramayu ada pesantren yang menuntaskan salat tarawih 23 rakaat dalam durasi hanya 6 menit, di Bangkalan juga ada pesantren ya...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Sabtu, 08 Mei 2021 09:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Genre baru persuratkabaran dimulai dari Singapura. Koran terkemuka di negeri singa itu mengubah diri menjadi not for profit. Perubahan drastis ini dilakukan setelah mengalami kemerosotan yang terus terjadi.Tapi apa beda...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...