Selasa, 22 Juni 2021 01:57

Bisnis Pembuatan Bantal Leher Tembus Palembang, Meski Omzet Turun karena Covid-19

Sabtu, 13 Februari 2021 17:45 WIB
Editor: Tim
Wartawan: Muji Harjita
Bisnis Pembuatan Bantal Leher Tembus Palembang, Meski Omzet Turun karena Covid-19
Istri Yulianto saat membantu membuat bantal leher. Foto: Kominfo.

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pandemi Covid-19 yang saat ini masih berlangsung, ternyata juga berdampak kepada usaha UMKM di Kabupaten Kediri. Namun seorang pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang sehari-hari memproduksi bantal leher masih tetap eksis melakukan kegiatan produksi meskipun omzet yang diterima mengalami penurunan.

Salah satu penyebabnya adalah pandemi Covid-19 yang membuat daya beli masyarakat menurun. Meskipun omzet penjualan turun, namun usaha tersebut tetap ditekuni hingga sekarang.

Ia adalah Yulianto, warga Desa Toyoresmi Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Dengan dibantu oleh istrinya, usaha yang ia rintis sejak akhir tahun 2017 silam adalah membuat bantal leher yang sering digunakan saat melakukan perjalanan, terutama bagi para penumpang dan pengendara mobil.

Bahan yang digunakan untuk membuat bantal ini yaitu kain velboa yang kerap digunakan untuk membuat boneka serta dakron sebagai isi. Agar lebih menarik, bantal dihias dengan kain perca yang membentuk tulisan atau motif-motif lucu.

BACA JUGA : 

Pesepeda Asal Blitar Meninggal Saat Makan Nasi Pecel di Wates Kediri

Hujan dan Angin Landa Kediri, Pohon Trembesi Besar Tumbang Timpa Tiga Warung

Tak Alami Menstruasi, Ani Chasanah Minta PN Kediri Ganti Statusnya Jadi Lelaki Tulen

Penelitian Arkeologi Situs Candi Adan-Adan Tahap ke-5 Temukan Sudut Candi dan Dua Gentong

Usaha ini berawal saat Yuli mengetahui harga bantal leher di pasaran cukup mahal, namun dengan kualitas yang biasa. Kemudian ia belajar membuat sendiri dengan peralatan yang ada, dan ternyata hasilnya diminati banyak orang, terutama tetangga sekitar tempat tinggalnya. Dari sinilah ia kemudian mulai menekuni pembuatan secara home made.

"Awalnya ingin membeli untuk bepergian dan di toko harganya mahal sekali. Akhirnya saya tertarik untuk menekuni bisnis ini, karena secara kasat mata pembuatannya sangat mudah dan prospek pasar yang cukup bagus,” terang Yulianto.

Sebelum adanya pandemi, setiap hari ia bisa memproduksi 25 hingga 35 buah bantal leher. Biasanya pesanan bantal leher datang dari instansi seperti perbankan ataupun asuransi untuk merchandise. Tak jarang pesanan juga datang dari yayasan untuk kegiatan tertentu.

Satu buah bantal leher dibanderol mulai harga Rp 18.000 sampai Rp 50.000, tergantung model dan bentuknya. Omzet yang didapat setiap bulan cukup tinggi, sekitar 4 sampai 5 juta rupiah. Pesanan dan omzet tertinggi biasa didapat saat momen tertentu, biasanya pada gelaran akhir tahun.

“Pada momen tertentu memang pesanan dan omzet bisa meningkat sampai 200 persen. Karena selain bisa langsung membeli boneka di rumah produksi, juga kami pasarkan melalui media online,” tuturnya.

Di masa pandemi ini pesanan dan omzet yang dihasilkan mengalami penurunan sekitar 25 persen. Walaupun begitu, ia mengaku jika produksi bantal leher masih berjalan. Untuk tetap bertahan, pemasaran gencar ia lakukan secara online.

Tak hanya di Kediri, pesanan bantal leher bahkan datang dari Jember dan Palembang. "Alhamdulillah produksi masih jalan, pesanan juga masih ada, yang namanya usaha ya tetap disyukuri saja,” tutupnya. (uji).

Jambret Hp di Pasuruan Babak Belur Dihakimi Massa
Senin, 21 Juni 2021 23:15 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Pelaku jambret seorang ibu-ibu di Kota Pasuruan, Jawa Timur, babak belur dihajar massa pada Sabtu (19/06/2021) malam kemarin. Seperti inilah rekaman video amatir milik salah satu warga, saat pelaku jambret berinisial...
Sabtu, 19 Juni 2021 18:17 WIB
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Dalam kondisi pandemi, Pemerintah Kabupaten Jember tetap berupaya menggeliatkan sektor pariwisata meski dengan menerapkan prosedur pencegahan Covid-19 yang ketat.Salah satunya, dengan menggelar Jelajah Wisata and Funcamp 20...
Senin, 21 Juni 2021 06:15 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Meski diblokade oleh Amerika Serikat (AS), ternyata Iran tetap berkembang. Bahkan ilmu kedokteran di negeri para mullah itu berkembang sangat dahsyat. Termasuk transplantasi hati. Dokternya, Dr Ali Malek Hossein...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 19 Juni 2021 15:30 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...