Jumat, 23 April 2021 00:49

​Kibarkan Bendera Zona, Ini Cara Kelurahan Burengan Kediri Pantau Perkembangan Kasus Covid-19

Minggu, 21 Februari 2021 14:21 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Muji Harjita
​Kibarkan Bendera Zona, Ini Cara Kelurahan Burengan Kediri Pantau Perkembangan Kasus Covid-19
Adi Sutrisno saat mengibarkan bendera hijau. (foto: ist)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Empat bendera dengan warna yang berbeda dikibarkan di wilayah Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jumat (19/2/2021) lalu. Pengibaran bendera ini sebagai langkah untuk memantau perkembangan penanganan Covid-19.

"Sejalan dengan optimalisasi keberadaan kampung tangguh, kami bersama bhabinkamtibmas dan babinsa serta Puskesmas Pesantren II mengibarkan bendera dalam masa PPKM berbasis mikro ini," terang Adi Sutrisno, Kepala Kelurahan Burengan, Minggu (21/2/2021)

Dia juga mengatakan bahwa Burengan merupakan kelurahan pertama yang melakukan pengibaran bendera penanda zona penanganan Covid-19 tersebut. Adi menambahkan bahwa bendera-bendera tersebut dipasang di sejumlah titik strategis di lingkungan RT. "Kami pasang di gapura atau fasilitas umum lain yang banyak dilalui warga, sehingga mudah diketahui oleh warga setempat," terangnya.

Saat dikonfirmasi mengenai status zona di wilayah Kelurahan Burengan, Adi mengatakan bahwa dari 12 RW dan 37 RT, terdapat 4 RT yang dinyatakan berada pada zona kuning, sedangkan sisanya berstatus zona hijau. Sedangkan untuk update bendera zona ini, didasarkan kepada hasil monitoring lingkungan RT di Kelurahan Burengan yang dilakukan setiap minggunya.

BACA JUGA : 

SAKIP Kota Kediri Kembali Peroleh Predikat BB Tahun Ketiga dari KemenPAN-RB

Ringankan Beban Warga, Pemkot Kediri Kembali Salurkan Bantuan Sembako Isoman

Live di Instagram, Wali Kota dan Ketua TP PKK Kota Kediri Review Produk UMKM Lokal

Bangkitkan Potensi Lokal, Pemkot Kediri Gelar Lomba Foto Cerita KIM

Pernyataan tersebut didukung oleh Kepala UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) Puskesmas Pesantren II Kota Kediri, dr. Dwi Nugraheni. "Nanti dari Puskesmas Pesantren II akan memberikan laporan setiap 7 hari sekali melalui grup koordinasi RT/RW, jadi bendera bisa diganti sesuai dengan kondisi yang terbaru," tuturnya.

Dia juga menjelaskan, ada 4 bendera yang digunakan. "Merah, oranye, kuning, dan hijau sebagai penanda kondisi Covid-19 di masing-masing wilayah RT," ungkapnya saat ditemui di lokasi.

Heni-sapaannya menjelaskan arti-arti dari warna bendera tersebut. Menurutnya, bendera hijau sebagai penanda bahwa tidak ditemukan kasus Covid-19 di wilayah tersebut, jika bendera kuning dikibarkan artinya terdapat satu sampai lima rumah warga yang terkonfirmasi positif.

"Oranye sekitar lima sampai sepuluh rumah terkonfirmasi positif, dan merah terdapat lebih dari sepuluh rumah yang dinyatakan terkonfirmasi positif," pungkasnya. (uji/zar)

​Cendekiawan Muslim tak Tahu Jumlah Juz Al-Quran
Rabu, 21 April 2021 22:01 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episode 10 ini bercerita tentang seorang menteri yang juga pengurus organisasi cendekiawan muslim. M Mas’ud Adnan - narator anekdot Gus Dur - bercerita bahwa pada akhir kekuasaan ...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Kamis, 22 April 2021 09:45 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Banyak negara mulai mengumumkan pertumbuhan ekonominya setelah didera pandemik Covid-19. Yang paling tinggi Tiongkok. Tapi pertumbuhan ekonomi India juga mengejutkan. Hanya saja Covid-19 di India gila-gilaan. Seti...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...