Para jemaah umrah, termasuk jemaah umrah Auva Amanatul Ummah, mengambil air di Bi'rul all Shifa dengan wadah jirigen di Bi'rul Al Shifa Madinah. Foto: MMA/bangsaonline
MADINAH, BANGSAONLINE.com-Salah satu keistimewaan jemaah umrah Auva Amanatul Ummah yang dimpimpin Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, adalah banyak sekali napak tilas spiritual atau mengunjungi jejak perjuangan Nabi Muhammad SAW dan para Sahabatnya, baik di Madinah maupun di Makkah. Tanpa dipungut beaya tambahan.
Kemana saja? M. Mas’ud Adnan, CEO HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE yang mengikuti rombogan tersebut melaporkan kepada pembaca BANGSAONLINE. Inilah laporan selengkapnya:
Jemah Auva Amanul Ummah yang dipimpin Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim menuju lokasi perang Badr. Mereka menumpang dua bus. Selain menapaktilasi jejak perjuangan Rasulullah SAWdan para Sahabat juga untuk ziarah ke makam para syuhada perang Badr yang dimakamkan di lokasi perang Badr.
Letaknya di barat daya kota Madinah. Jaraknya sekitar 130 KM dari kota suci Madinah Al Munawwarah. ada juga yang menyebut 120 KM.
Namun sebelum ke lokasi perang Badr atau Badar, rombongan jemaah mampir dulu ke Bi’rur Rauha dan Bi’rul Shifa. Tentang Bi’rur Al Rauha sudah saya tulis di BANGSAONLINE.com pada Kamis, 8 Januari 2026, berjudul Berkunjung ke Bi’rur Rauha, Sumur Tempat Transit 70 Nabi.

Susana pemandangan di kawasan Bi'rul Al Shifa Madinah. Foto: M. Mas'ud Adnan/bangsaonline.
Kali ini saya akan melaporkan tentang Bi’rus Shifa atau Bi’rul al Shifa yang berarti sumur obat. Atau sumur penyembuhan. Sumur ini menjadi saksi bisu sejarah Islam yang sangat legendaris. Yaitu perang Badr. Apalagi sumur ini pernah disinggahi Rasulullah SAW.
“Dulu sumur ini tempat mengobati pasukan Islam perang Badr yang terluka,” tutur Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim kepada para jemaah umrah Auva Amanatul Ummah.
Sekarang sumur ini menjadi salah satu tujuan wisata spiritual jemaah umrah dan haji. Banyak sekali jemaah yang mengambil air sumur Shifa bauk untuk basuh muka maupun dibawa pulang. Air sumur Shifa memang diyakini memberi keberkahan dan kesehatan bagi tubuh kita.
Yang jelas, sumur ini tidak hanya memberi berkah Kesehatan tapi juga berkah ekonomi. Di sekitar sumur Shifa ini banyak sekali orang jualan aneka produk setempat maupun jirigen buat wadah air sumur Shifa untuk dibawa pulang.

Mudhoffir atau Dhofir, salah seorang jemaah umrah Auva Amanatul Ummah, sedang antre untuk mengambil air di Bi'rul Al Shifa Madinah. Foto: M Mas'ud Adnan/bangsaonline
Sumur tersebut dikelilingi tembok yang tingginya sekitar 2 meter atau 2,5 meter. Dari sekeliling lingkaran tembok itu ada pipa yang mengalirkan air. Nah, para jemaah mengambil air dari saluran pipa itu.
Konon, air sumur ini semula tak layak minum. Bahkan orang yang meminum air ini langsung sakit. Warga sekitar menyebut air ini beracun. Mendengar kabar itu Nabi Muhammad mendatangi sumur ini. Nabi kemudian meludah ke dalam sumur yang dianggap beracun itu.
Ajaib seketika itu juga air sumur itu langsung tawar alias tak mengandung racun. Rasulullah SAW bahkan kemudian mengumumkan bahwa air sumur tersebut sudah bisa diminum, tak mengandung racun lagi.
Sejak itu warga meyakini bahwa air sumur tersebut penuh berkah dan menjadi air penyembuhan. Hingga sekarang. Karena itu para jemaah umrah dan haji berduyun-duyun mendatangi sumur tersebut. Mereka ada yang langsung meminum atau meraupkan air sumur tersebut ke wajahnya. Namun banyak yang membawa pulang dengan wadah botol dan jirigen. Berbagai ukuran jirigen bisa dibeli di pedangan kaki lima di sekitar lokasi sumur tersebut. (bersambung)






