Selasa, 22 Juni 2021 03:14

Gagal Panen, Cabai di Kediri Tembus Rp 100 Ribu per Kg, Bupati Kediri: Penjual Pecel Terdampak

Rabu, 10 Maret 2021 20:35 WIB
Editor: tim
Wartawan: muji harjita
Gagal Panen, Cabai di Kediri Tembus Rp 100 Ribu per Kg, Bupati Kediri: Penjual Pecel Terdampak
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat berdialog dengan salah satu pedagang cabai. foto: ist.

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih menegaskan bahwa kenaikan harga cabai saat ini dipastikan bukan karena adanya aksi penimbunan oleh sejumlah oknum.

Menurut Tutik, tak mudah menimbun cabai mengingat aneka jenis cabai merupakan bahan pokok segar yang sulit bertahan dalam waktu lama.

Senada dengan Tutik, Yayuk Anisa, Petugas Penyuluh Lapangan PPL di Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri mengatakan di wilayahnya tidak ada petani maupun masyarakat yang mempunyai sarana cold storage sebagai tempat penyimpanan yang memadai bagi bahan pokok.

Menurut Yayuk, kenaikan harga cabai rawit disebabkan dampak cuaca buruk sehingga banyak lahan petani gagal panen. "Hal ini berpengaruh pada mahalnya harga cabai di pasaran yang kini mencapai 125.000 rupiah per kilogram," kata Yayuk.

BACA JUGA : 

Pesepeda Asal Blitar Meninggal Saat Makan Nasi Pecel di Wates Kediri

Hujan dan Angin Landa Kediri, Pohon Trembesi Besar Tumbang Timpa Tiga Warung

Dapat Banyak Laporan Masyarakat, Mas Bup Dhito Larang Pungli di Objek Wisata Kediri

Tak Alami Menstruasi, Ani Chasanah Minta PN Kediri Ganti Statusnya Jadi Lelaki Tulen

Sementara menyikapi kenaikan harga cabai ini, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melakukan sidak aktivitas jual beli cabai di Pasar Induk Komoditi Sayur Buah dan Pangan di Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, Rabu (10/3/2021).

“Memang tidak bisa dipungkiri ini ada faktor cuaca ekstrem terjadi di seluruh Indonesia harga cabai ini naik,” katanya.

Merespons kondisi tersebut, bupati yang akrab disapa Mas Bup Dhito meminta dinas perdagangan terus berkomunikasi dengan dinas pertanian dan perkebunan untuk memonitor pergerakan produksi dan perkembangan harga cabai di Kabupaten Kediri.

“Pertama kita akan cek dulu, besok Jumat rencananya akan ada operasi pasar. Nah ini kita masih atur mekanismenya supaya tetap mematuhi proses (protokol kesehatan) yang ada,” ungkap Mas Bup Dhito.

Menurut dia, yang paling terancam dan terdampak kondisi sekarang ini adalah pedagang atau pelaku UMKM, pedagang sambel pecel, lalu pedagang restoran dan sebagainya.

“Nah ini dulu yang harus kita selamatkan, nanti baru kita bicara bagaimana supaya tidak gagal panen, walaupun gagal panen ini (sebenarnya) disebabkan oleh cuaca ekstrem,” urai Mas Bup Dhito.

Ia menambahkan, Kabupaten Kediri merupakan kawasan sentra produksi cabai, sehingga tidak mengalami kekurangan stok cabai. Tapi memang saat ini ada penurunan produksi kurang lebih 40-50 persen dan tren ini diprakirakan masih akan terus berlangsung sampai bulan Mei.

“Makanya ini harus ada langkah-langkah yang diambil oleh pemkab, salah satunya yang akan kita cek adalah dengan operasi pasar dulu, apakah itu efisien atau tidak,” sambungnya.

Mas Bup Dhito menerangkan, banyak permintaan kebutuhan cabai dari daerah lain yang masuk ke Kabupaten Kediri, di antaranya Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi), Blitar Madiun, Ngawi.

Hasil pemantauan di Pasar Induk Pare Kediri per hari ini, untuk harga cabai asmoro di kisaran Rp 85-87 ribu per kg. Sementara cabai ori di kisaran angka Rp 98-100 ribu per kg. Dalam satu hari, kenaikannya ada yang 5 ribu hingga yang tertinggi 8 ribu. (uji)

Jambret Hp di Pasuruan Babak Belur Dihakimi Massa
Senin, 21 Juni 2021 23:15 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Pelaku jambret seorang ibu-ibu di Kota Pasuruan, Jawa Timur, babak belur dihajar massa pada Sabtu (19/06/2021) malam kemarin. Seperti inilah rekaman video amatir milik salah satu warga, saat pelaku jambret berinisial...
Sabtu, 19 Juni 2021 18:17 WIB
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Dalam kondisi pandemi, Pemerintah Kabupaten Jember tetap berupaya menggeliatkan sektor pariwisata meski dengan menerapkan prosedur pencegahan Covid-19 yang ketat.Salah satunya, dengan menggelar Jelajah Wisata and Funcamp 20...
Senin, 21 Juni 2021 06:15 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Meski diblokade oleh Amerika Serikat (AS), ternyata Iran tetap berkembang. Bahkan ilmu kedokteran di negeri para mullah itu berkembang sangat dahsyat. Termasuk transplantasi hati. Dokternya, Dr Ali Malek Hossein...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 19 Juni 2021 15:30 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...