Minggu, 09 Mei 2021 08:29

Jelaskan Alasan Mudik Lebaran Dilarang, Anggota DPR RI Aminurokhman Beri Contoh Kasus di India

Minggu, 11 April 2021 12:09 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ahmad Fuad
Jelaskan Alasan Mudik Lebaran Dilarang, Anggota DPR RI Aminurokhman Beri Contoh Kasus di India
Anggota DPR RI Aminurokhman saat kegiatan sosialisasi kebangsaan di Pasuruan, Sabtu (10/4).

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Anggota DPR RI H. Aminurokhman memberikan penjelasan terkait kebijakan larangan mudik lebaran yang diterapkan pemerintah. Menurutnya, larangan mudik itu diambil karena negara tidak mau ambil risiko dengan penyebaran Covid-19 yang saat ini mulai melandai.

Aminurokhman mengatakan, pemerintah tidak ingin kasus Covid-19 yang sudah rendah meningkat lagi. Pasalnya, masih banyak masyarakat yang belum bisa menjaga disiplin protokol kesehatan.

Ia mencontohkan negara India yang masyarakatnya beranggapan aman dan bebas dari Covid-19, sehingga mereka percaya diri berkerumun dan berkumpul di keramaian tak mengindahkan protokol kesehatan. Ternyata, mereka pun akhirnya banyak yang terpapar corona.

"Dengan pengalaman itulah, akhirnya negara melarang masyarakat untuk mudik lebaran. Tujuan pemerintah ingin masyarakat Indonesia selamat dari Covid-19, tidak seperti di negara besar lainnya yang kini terjadi penyebaran Covid-19 gelombang dua. Coba liat Eropa, Afrika, India, gara-gara mereka abai protokol kesehatan, akhir terjadi lagi yang namanya Covid-19 gelombang dua," jelas Aminurokhman saat kegiatan sosialisasi kebangsaan di RM Kurnia, Gadingrejo, Kota Pasuruan, Sabtu (10/4) kemarin.

BACA JUGA : 

Ada Penumpukan di Check Point Tol Trans Jawa, BPJT Minta Personel Ditambah

Nekat Mudik, Sejumlah Mobil yang Melintas di Simpang Tiga Mengkreng Diminta Putar Balik

Coba Kelabui Petugas, Dua Pemudik Cantik asal Surabaya Dihadang di Tuban

​Mudik Dilarang, KA Jarak Jauh Hanya Layani Perjalanan Mendesak dan Kepentingan Non Mudik

Karena itu, politikus NasDem ini berharap masyarakat tidak berpikir negatif kepada pemerintah. Ia menegaskan, kebijakan pemerintah melarang masyarakat mudik lebaran tak lain ingin agar Covid-19 segera hilang dari Indonesia.

"Maka dari itu, pemerintah gencar melakukan vaksinasi demi keselamatan bersama. Pemerintah berusaha gak main-main, bayangkan coba anggaran vaksin sekali suntik itu 900 ribu rupiah, dikali dua jadi 1.800.000 rupiah, dikali jumlah warga indonesia 270 juta jiwa, berapa triliun itu," paparnya.

Ia mengungkapkan, upaya yang dilakukan pemerintah dalam menekan Covid-19 sudah mulai menunjukkan hasil. Bahwa masyarakat yang terpapar Covid-19 sudah menurun drastis hingga 60 persen.

"Sebelum vaksinasi, jumlah warga terpapar Covid-19 per hari mencapai 10 ribu sekian, kini per hari mencapai 4 ribu sekian," katanya. Maka dari itu, ia mengajak masyarakat untuk optimis dengan perjuangan pemerintah dalam mengatasi virus corona.

Amin juga menyampaikan, bahwa sementara ini vaksinasi sedang terkendala karena negara yang memproduksi vaksin juga kekurangan vaksin untuk warga mereka sendiri.

"Tapi pemerintah tetap berupaya mencari solusi, bagaimana sekiranya masyarakat Indonesia bisa merasakan vaksin. Anggaran besar tidak masalah bagi pemerintah, asal masyarakat bisa selamat dari virus corona," tutup Aminurokhman. (afa/rev)

Bernuansa Menara Kudus, Mushola An-Nabaat Diresmikan Wabup Nganjuk
Minggu, 09 Mei 2021 00:50 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Cita Indonesia Group, perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, pertanian, dan peternakan, meresmikan Mushola An-Nabaat yang berlokasi di Desa Batembat Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk. Peresmian mushola ini dil...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Sabtu, 08 Mei 2021 09:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Genre baru persuratkabaran dimulai dari Singapura. Koran terkemuka di negeri singa itu mengubah diri menjadi not for profit. Perubahan drastis ini dilakukan setelah mengalami kemerosotan yang terus terjadi.Tapi apa beda...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...