Relawan Bangga Bela Bangsa, Tapi BPOM Serang Vaksin Nusantara, Bagaimana TNI AD?

Relawan Bangga Bela Bangsa, Tapi BPOM Serang Vaksin Nusantara, Bagaimana TNI AD? Dahlan Iskan

SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Serangan terhadap bertubi-tubi. Bahkan termasuk dari sendiri. Tapi bagaimana sikap pimpinan ?

Nah, tulisan Dahlan Iskan, wartawan kondang itu menjelaskan secara apik.

Silakan baca Disway dan HARIAN BANGSA hari ini, 16 April 2021. Di bawah ini BANGSAONLINE.com juga menurunkan secara lengkap. Selamat menikmati:

SERANGAN terus digencarkan oleh . Alamatnya: . Anda sudah baca sendiri serunya. Mulai dari parahnya ketaatan pada aturan penelitian, uji coba, sampai yang paling mengerikan: dampak negatif VakNus itu mencapai 71 persen.

Mengapa menyerang VakNus?

Memang salah satu tugasnya adalah itu. harus begitu. Mungkin VakNus dianggap menantang-nantang. Dengan cara tetap melakukan uji coba lanjutan . Padahal izin uji coba fase II tidak ada. Sudah ditolak. Bahkan, kalau mau, VakNus harus memulai lagi dari 0. Dari uji coba di binatang.

Dengan demikian bisa saja apa yang dilakukan tim VakNus di RS Gatot Subroto itu dianggap ilegal. Bahkan itu tadi: menantang.

Saya mencoba berkepala dingin. Saya ambil pikiran positif dulu. Mengapa dokter Letnan Jenderal Terawan tetap melakukan uji coba VakNus?

Kalau tidak bocor ke media sebenarnya tidak ada kesan menantang itu. Terawan melakukan itu dengan sunyi. Tapi medsos langsung ramai. Mereka, para relawan itu, yang memasang foto diri saat dilakukan pengambilan darah. Dengan rasa bangga. Nasionalis. Bela bangsa.

Lalu ramai. Keluarlah balasan yang sangat keras dari itu.

Saya menduga begini: dengan ditolaknya permintaan izin uji coba fase II oleh , tim VakNus menganggap urusan tim itu dengan sudah selesai. Tidak ada hubungan apa-apa lagi: tim VakNus sudah di luar dan sudah di luar tim VakNus.

Kecuali tim VakNus menyatakan akan menuruti keinginan tersebut. Maka tim VakNus harus terus berada di jalur .

Tapi kelihatannya tim VakNus sudah merasa di luar .

Lalu, sebagai ilmuwan yang yakin imunitas pada Covid-19 bisa juga dihasilkan lewat sel dendritik mereka tidak mau patah semangat. Khas dokter Terawan. Tidak mudah menyerah seperti tim Putra Petir –khususnya saya.

Dugaan saya: tim VakNus itu terus cari akal. Agar –seperti parikan Jawa– ''Purwodadi kuthane, sing dadi nyatane''.

Mereka tetap ingin membuktikan bahwa VakNus juga ampuh. Di luar .

Maka ditemukanlah ''ibu kandungnya'' sendiri: RSPAD Gatot Subroto. Rumah sakit TNI Angkatan Darat itu saya anggap ''ibu kandung'' bayi VakNus. Itu karena RSPAD sudah lama mendalami sel dendritik –sehingga bisa kawin dengan ahli dendritik Amerika. Juga, sudah lama pula RSPAD mengoperasikan terapi cell cure –yang juga kontroversial.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO