Jasa Marga Gelar Program Budi Daya Kelengkeng dan Pengembangan Desa Wisata Agrotech di Kulon Progo

Jasa Marga Gelar Program Budi Daya Kelengkeng dan Pengembangan Desa Wisata Agrotech di Kulon Progo Program budi daya kelengkeng dan program pengembangan desa wisata agrotech di Dusun Dukuh, Desa Wijimulyo, Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. (foto: ist)

YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus menginisiasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang menitikberatkan pada peningkatan kesejahteraan sosial kemasyarakatan dan perbaikan kualitas lingkungan hidup, termasuk inisiatif penyelesaian permasalahan sosial yang relevan melalui kompetensi inti perusahaan demi kemaslahatan bersama.

Salah satunya, yaitu dengan menginisiasi program budi daya kelengkeng dan program pengembangan desa wisata agrotech di Dusun Dukuh, Desa Wijimulyo, Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru menjelaskan, Desa Wijimulyo adalah salah satu desa terdampak rencana pembangunan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-Yogyakarta International Airport (YIA) Kulon Progo. Pengembangan desa ini sebagai desa wisata agrotech akan memberikan manfaat bersama dan berkontribusi pada penciptaan creating shared value (CSV) pemberdayaan masyarakat (community development) serta membangun kapasitas stakeholder (capacity building).

"Sebagian besar masyarakat Dusun Dukuh berprofesi sebagai petani namun pendapatan dari bertani dan berkebun masih sangat kecil. Dipilihnya tanaman kelengkeng untuk dibudidayakan yaitu karena perawatan tanaman kelengkeng yang cukup mudah dibandingkan tanaman buah lainnya serta secara ekonomis, dapat berbuah dalam waktu tiga tahun sejak ditanam dan menghasilkan buah yang banyak dengan harga jual tinggi," ujar Heru.

Jasa Marga membentuk kelompok petani yang berjumlah 42 orang dari Dusun Dukuh untuk mengelola kebun seluas 2 hektare. Tujuan dibuat kelompok ini untuk mengatur masa panen, menentukan harga jual, mengelola wisata, hingga menjalin kemitraan dengan pihak luar.

Jasa Marga telah memberikan bantuan berupa 2.500 bibit kepada warga di 3 kecamatan yang ada di Kabupaten Kulon Progo. Selain bibit tanaman, Jasa Marga juga memberikan peralatan untuk perawatan dan mengembangkan konsep wisata alam bersama warga Dusun Dukuh.

"Hingga akhir tahun 2020, produksi kelengkeng di Dusun Dukuh telah mencapai dua ton. Untuk pemasarannya sendiri, kelengkeng tersebut saat ini masih dalam wilayah Kulon Progo dan sekitarnya, tapi kami bisa berbangga karena pada Desember 2020 lalu, salah satu hypermarket menawarkan kerja sama untuk membeli buah kelengkeng Dusun Dukuh yang memiliki kualitas grade A," tambahnya.

Selain itu, Heru optimis setelah pandemi Covid-19 berakhir, pengembangan desa wisata agrotech dengan atraksi petik buah dan kuliner khas dari kelengkeng akan menjadi destinasi wisata baru di Yogyakarta.

"Kebun kelengkeng yang dikelola oleh warga ini bisa menjadi wisata petik buah kelengkeng, sehingga bisa mengangkat perekonomian warga sekitar. Program ini juga turut mengembangkan mata pencaharian baru bagi masyarakat Dusun Dukuh, Desa Wijimulyo dan mengurangi jumlah pengangguran," tutup Heru.

Sementara itu, Pembina Kelompok Petani Kelengkeng Purdiyanta mengatakan, program budi daya kelengkeng ini sangat membantu para warga setempat, terlebih sebagian besar profesi para warga sekitar memang sebagai petani.

"Selain bercocok tanam, Jasa Marga juga mengajarkan kami untuk membuat area wisata petik kelengkeng, ya dengan harapan nantinya setelah pandemi banyak wisatawan ke sini dan menambah pendapatan warga sekitar," ujar Purdiyanta. (nf/zar)