Kamis, 13 Mei 2021 13:46

Isu Reshuffle Menguat, Ning Lia Usulkan Kiai Asep dan Prof Ridlwan Nasir Gantikan Nadiem Makarim

Rabu, 21 April 2021 16:03 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Didi Rosadi
Isu Reshuffle Menguat, Ning Lia Usulkan Kiai Asep dan Prof Ridlwan Nasir Gantikan Nadiem Makarim
Dr. Lia Istifhama, Praktisi Pendidikan. foto: istimewa

SURABAYA, BANGSAONNLINE.com - Isu reshuffle kabinet semakin menguat. Dari sejumlah menteri kabinet, Mendikbud Nadiem Makarim menjadi salah satu yang banyak diusulkan publik untuk diganti.

Alasannya, sejumlah kebijakan Mendikbud banyak menjadi kontroversi. Mulai rencana penghapusan Pancasila dan Bahasa Indonesia dari kurikulum wajib, hingga tak masuknya referensi KH. Hasyim Asy'ari dan Gus Dur dalam Kamus Sejarah Indonesia jilid 1 dan 2.

Lia Istifhama, praktisi pendidikan dan aktivis sosial mengusulkan agar Mendikbud dijabat oleh tokoh NU asal Jawa Timur. Secara gamblang, Lia menyebutkan beberapa nama. Di antaranya Ketua Pergunu Pusat Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A., dan Ketua Yayasan TPS NU Khadijah Prof. Dr. KH. Ridlwan Nasir, M.A.

"Kiai Asep dan Prof Ridlwan Nasir layak menjadi Mendikbud. Saya kira Presiden Jokowi paham kapasitas keduanya. Atau bisa juga dari MUI Jatim, banyak Kiai NU yang sangat kompeten di dalamnya. Saya bicara Jawa Timur karena saya orang Jatim," tutur perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu, Rabu (21/4/2021).

BACA JUGA : 

Pindah ke Surabaya, Kiai Asep Bagikan Bingkisan pada Janda, Veteran, dan Warga Siwalankerto

11 Kepala Desa Angkut 11.000 Paket Sedekah Kiai Asep untuk Puluhan Ribu Warganya

Salat Malam, Ulama-Tokoh Jatim Cari Lailatul Qadar, juga Doakan Putri Ini Jadi Pemimpin Nasional

Ajak Konglomerat Peduli, Kiai Asep Salurkan Zakat 51 Ton Beras kepada Masyarakat Mojokerto

Lia menilai pentingnya pemilihan Mendikbud yang tepat. "Kalau bila dikaitkan Islam, ada istilah li kulli zaman wal makan, yang artinya kita harus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan tempat. Namun, bukan berarti jadi melupakan nilai mulia pendidikan," katanya.

Aktivis milenial ini melanjutkan, pendidikan bukan dunia selebritas. "Jangan yang dipilih kelak adalah orang-orang yang populer di pemberitaan, hanya karena mereka pintar melihat situasi atau momentum. Tapi dilihat detail, ini pendidikan, mau tidak mau yang diutamakan indikator kecintaan pada pendidikan," urainya.

"Ada banyak indikator kecintaan pada pendidikan. Di antaranya, memiliki pendidikan tinggi dan bergelar guru besar atau profesor. Mengapa ini saya sampaikan, karena gelar guru besar itu prosesnya hanya bisa dilalui oleh mereka yang mau mengabdikan waktunya secara penuh untuk pendidikan. Tidak mungkin ujug-ujug (secara tiba-tiba) gelar itu diraih," ujar Tokoh Muda Inspiratif 2020 versi Forkom Jurnalis Nahdliyin ini.

Putri almarhum tokoh NU Jatim, KH. Masykur Hasyim yang pernah melekat dengan sebutan singa podium itu, menyebutkan pentingnya tokoh NU yang dipilih sebagai Mendikbud.

"Kalau ingin sejarah kemerdekaan Indonesia tidak hilang ditelan masa, maka bangkitkan spirit resolusi jihad. Karena itu, pentingnya Mendikbud dari NU. Sebab, sejarah kemerdekaan tak lepas dari peran mujahid NU," pungkas doktor Ekonomi Syariah UINSA Surabaya tersebut. (mdr/ian)

Jual Telur Infertil, 2 Warga Pasuruan Dicokok Polisi
Senin, 10 Mei 2021 23:24 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Aparat Polres Pasuruan mengamankan 2 orang pelaku perdagangan telur ayam infertil. Selain memperdagangkan telur infertil atau afkir, keduanya juga menjual limbah telur tak layak konsumsi, kepada produsen roti rumahan...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Kamis, 13 Mei 2021 08:15 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com-Tulisan Dahlan Iskan tentang Revolusi Energi edisi 2 ini menarik dinikmati pada Hari Raya Idul Fitri. Memang tergolong berat dan berbobot. Tapi mudah dicerna. Apalagi ditulis secara "sederhana" dalam bentuk pointer-pointer ...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...