Senin, 10 Mei 2021 14:54

Ponpes Baiturrahman Beran Ngawi, Lahirkan Banyak Santri Sukses, Tanpa Dipungut Biaya

Selasa, 27 April 2021 00:04 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Zainal Abidin
Ponpes Baiturrahman Beran Ngawi, Lahirkan Banyak Santri Sukses, Tanpa Dipungut Biaya
Para santri sedang mengaji kitab usai Salat Tarawih setiap bulan Ramadan.

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Pondok Pesantren Salafiyah Baiturrahman terletak di Desa Beran, Kecamatan Ngawi Kota. Berjarak dari pusat Kota Ngawi hanya sekitar 5 kilometer.

Pondok pesantren yang dibangun pada tahun 1917 tersebut ternyata tidak pernah menarik biaya mondok bagi santrinya sepeser pun. Dan yang lebih menarik lagi, banyak santri alumni pondok pesantren beraliran salafiyah tersebut menjadi orang sukses di pemerintahan maupun sosial. 

Pesantren ini didirikan oleh KH. Abdurahman yang sebelumnya merupakan santri pondok pesantren di Desa Kerten, Kecamatan Paron, Ngawi. KH. Abdurahman sendiri merupakan orang biasa, bukan keturunan kiai maupun ulama.

Saat ini, Pondok Pesantren Baiturrahman diasuh oleh keturunan ke-4 dari KH Abdurahman, yakni Gus Farid.

BACA JUGA : 

Launching Kampung Ramadan, PKS Jatim Ajak Seluruh Anggota Aktif Bersama Masyarakat

​Sosialisasikan Gerakan Santri Bermasker, Kapolres Ngawi Kunjungi Ponpes Daarul Mukhlisin Temulus

Menelusuri Jejak Kampung Religi di Surabaya (21): Atap Masjid Peneleh Menyerupai Bahtera Nabi Nuh

Menelusuri Jejak Kampung Religi di Surabaya (20): Sunan Ampel Berdakwah Melalui Adu Jago

"Untuk santri yang ada di pondok ini tidak dipungut bayaran sama sekali. Dan itu sudah berjalan mulai pondok didirikan," jelas Gus Farid, Pengasuh Ponpes Baiturrahman Beran pada BANGSAONLINE.com.

Para santri di Pesantren Baiturrahman selain memperdalam tentang ilmu keagamaan, setiap harinya juga digembleng mempelajari semua kitab agama Islam. Juga Madrasah Diniyah. Apalagi pada saat bulan Ramadan seperti ini, para santri saling berlomba untuk khatam Alqur'an maupun berbagai macam kitab lainnya.

Untuk ngaji kitab dibimbing oleh tiga ustaz yang setiap hari selalu mengasuh di pondok pesantren tersebut. "Kalau bulan Ramadan ini kita lebih banyak ke ngaji kitab," terang Gus Farid.

Adapun jadwal ngaji kitab sehari tiga kali. Mulai dari selesai Salat Tarawih yang biasanya sampai waktu sahur, dilanjutkan selesai Salat Subuh berjama'ah hingga waktunya Salat Sunnah Dhuha, dan selesai Salat Ashar sampai menjelang Maghrib.

"Jadi, santri di sini kalau bulan Ramadan bisa berkali-kali khatam," pungkasnya. (nal/ian)

Penjaga Rumah Ibadah Bertanya Berapa Rupiah Jatah Tuhan
Senin, 10 Mei 2021 00:00 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur edisi Ramadan edisi 28 ini mereview cerita Gus Dur tertang para penjaga rumah ibadah. “Mereka berembuk soal sumbangan umat kepada rumah ibadah yang mengalami surplus. Lalu mereka bertanya, berapa ja...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Senin, 10 Mei 2021 05:19 WIB
Oleh: Dahlan Iskan --- LEBARAN kompak: hari Kamis, 13 Mei 2021. Maka, Disway edisi Rabu, Kamis, Jumat di sekitar Lebaran itu, saya akan menurunkan tiga tulisan tentang kebijakan energi untuk kebangkitan negeri.Lebaran tahun ini banyak waktu untu...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...