Senin, 10 Mei 2021 15:49

​Wali Kota Eri: Tanpa Ahlaqul Karimah, Surabaya Tak Ada Artinya Hebat dan Jadi Kota Metropolitan

Minggu, 02 Mei 2021 06:56 WIB
Editor: Tim
Wartawan: Indrayadi
​Wali Kota Eri: Tanpa Ahlaqul Karimah, Surabaya Tak Ada Artinya Hebat dan Jadi Kota Metropolitan
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan asrama santri tahfidz bersanad putri Ponpes Hidayatullah Surabaya, Sabtu (1/5/2021). foto: ist.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengajak masyarakat berpartisipasi ketika ada pembangunan masjid atau pondok pesantren (ponpes). Bagi dia, ketika Surabaya dipenuhi dengan ponpes, maka pemimpin-pemimpin di masa mendatang adalah mereka yang mempunyai akhlaqul karimah.

"Mari kita berlomba, bersama-sama ikut membangun, berpartisipasi dalam pengembangan ajaran agama Islam, baik melalui pembangunan masjid maupun pondok," kata Wali Kota Eri saat menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan asrama santri tahfidz bersanad putri Ponpes Hidayatullah Surabaya, Sabtu (1/5/2021).

Menurut dia, semakin banyak pembangunan ponpes tahfidz di Surabaya, maka secara otomatis anak-anak dan keluarga akan memiliki akhlaqul karimah yang bakal menjadi dasar pembentukan keluarga yang sakinah mawaddah warahmah.

BACA JUGA : 

Pemkot Surabaya Imbau Warga Laksanakan Ibadah Salat Idul Fitri di Rumah

Wali Kota Surabaya Tinjau Kesiapan PSEL Benowo

Wali Kota Surabaya Resmikan Jembatan Sawunggaling dan TIJ

Wali Kota Eri Ingin DKRTH Evaluasi Penempatan Jumlah Satgas di Setiap Kawasan

"Sehingga tujuan kita bersama untuk membangun Surabaya menjadi kota yang Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbhun Ghaffur, Insya Allah terwujud di Kota Surabaya," tutur dia.

Bagi dia, tidak ada artinya Surabaya menjadi Kota Metropolitan, kota yang hebat dan terkenal di dunia kalau penerus-penerusnya tidak mempunyai akhlaqul karimah.

Oleh sebab itu, ia juga berkeinginan ke depan ketika pandemi Covid-19 sudah hilang, kegiatan Pondok Ramadan yang biasanya dilaksanakan di sekolah, dapat digelar di lingkup pondok pesantren. Keinginan ini pun sebelumnya telah disampaikannya ke Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya.

Dengan demikian, pendidikan agama Islam yang diajarkan ke anak-anak itu bisa terserap masuk. Dan tentunya, anak-anak Surabaya bisa merasakan langsung ilmu agama dari ponpes.

"Bagaimana ketika di ponpes nanti ilmu agamanya terserap, meskipun hanya seminggu namun di situ ada rasa di hati yang melekat. Karena ketika pendidikan agama sejak dini telah ditanamkan, maka hingga dewasa akan terus melekat ke anak-anak," pungkasnya. (dra)

Penjaga Rumah Ibadah Bertanya Berapa Rupiah Jatah Tuhan
Senin, 10 Mei 2021 00:00 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur edisi Ramadan edisi 28 ini mereview cerita Gus Dur tertang para penjaga rumah ibadah. “Mereka berembuk soal sumbangan umat kepada rumah ibadah yang mengalami surplus. Lalu mereka bertanya, berapa ja...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Senin, 10 Mei 2021 05:19 WIB
Oleh: Dahlan Iskan --- LEBARAN kompak: hari Kamis, 13 Mei 2021. Maka, Disway edisi Rabu, Kamis, Jumat di sekitar Lebaran itu, saya akan menurunkan tiga tulisan tentang kebijakan energi untuk kebangkitan negeri.Lebaran tahun ini banyak waktu untu...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...