Kondisi Balai Desa Ngimbang, Kecamatan Palang, Tuban, usai jadi sasaran amuk massa yang tak puas dengan keputusan pihak pemdes terkait penanganan perselingkuhan.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - EM (49) dan S (56), pasangan bukan suami istri asal Desa Ngimbang, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, kepergok selingkuh, Senin (17/5/2021).
S yang masih berstatus suami orang itu tertangkap tangan sedang berduaan dengan EM yang sehari-harinya berprofesi sebagai tenaga pendidik.
BACA JUGA:
- Dukung Pertanian Presisi, BRI Tuban Bangun Greenhouse di Kampus Mapesa Singgahan
- PT SBI Salurkan 24 Hewan Kurban untuk Warga Tuban pada Iduladha 2026
- Lapas Tuban Gagalkan Penyelundupan 177 Butir Obat, Alur Kunjungan Bakal Diperketat
- PT Solusi Bangun Indonesia Bagikan Dividen Rp329,3 Miliar dari Laba Bersih 2025
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pasangan itu langsung dibawa ke kantor balai desa. Sontak, kejadian itu memantik warga yang penasaran untuk mendatangi balai desa setempat. Mereka ingin menyaksikan secara langsung penyelesaian perselingkuhan itu.
Kades Ngimbang, Yayik Ahmad Wijaya mengatakan, penyelesaian masalah itu dilakukan dengan cara musyawarah yang dihadiri pelaku bersama perangkat desa.
"Dalam musyawarah itu telah disepakati pelaku tidak mengulangi perbuatannya dengan membuat pernyataan," ujar Yayik.
Namun, sejumlah warga yang hadir menuntut agar pelaku perselingkuhan didenda sebesar Rp 20 juta. Dirasa nilai yang terlalu besar, pelaku tidak bisa menyanggupi keinginan warga.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




