Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A., saat silaturahim ke KH Kafabih Mahrus Ali, di Ndalem Kasepuhan Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Selasa (25/5/2021). foto: mma/ bangsaonline.com
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Dua pengasuh pondok pesantren besar di Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A., dan KH. Kafabih Mahrus Ali, kembali bersilaturahim.
Kiai Asep adalah pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto yang memiliki sekitar 12. 000 santri. Sedang Kiai Kafabih adalah pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo yang memiliki sekitar 25.000 santri.
BACA JUGA:
- Nama Tunggal di SK, Rais Aam Putuskan Lokasi Munas-Konbes NU di Ponpes Alfalah Ploso Kediri
- Libur Panjang Iduladha, Stasiun Kediri Layani Lebih dari 13 Ribu Penumpang
- Puskesmas Tiron Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp1 Miliar
- Antisipasi Kepadatan Kaliombo, Dishub Kota Kediri Siagakan Petugas dan Pantau Arus Lalin Lewat ATCS
Dua ulama berpengaruh itu bertemu di Ndalem Kasepuhan Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur, Selasa (25/5/2021) malam.
Pertemuan itu sejatinya “silaturahim balasan” Kiai Asep terhadap Kiai Kafabih yang sebelumnya silaturahim ke Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto.
Seperti diberitakan BANGSAONLINE.com, pada bulan suci Ramadan, Selasa (4/5/2021), Kiai Kafabih Mahrus Ali silaturahim ke Kiai Asep Saifuddin Chalim. Saat itu dua kiai kharismatik itu bertemu di Guest House Institut KH Abdul Chalim Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto. Guest House adalah tempat Kiai Asep menemui tamu-tamu penting, termasuk Gubernur Khofifah Indar Parawansa.
Saat itu, Kiai Kafabih disertai putranya, Gus Ahmad, dan juga Gus Habib dan Gus Zuhri Mojokerto.
Kiai Asep menegaskakan bahwa Kiai Kafabih adalah sahabat dekatnya. “Kiai Kafabih itu sahabat saya yang selama ini terus berkomunikasi,” kata Kiai Asep kepada BANGSAONLINE.com. Kiai Asep memuji akhlak Kiai Kafabih. “Beliau sangat tawaddlu’,” kata Kiai Asep. Selain itu, Kiai Kafabih dikenal sangat alim.
Pertemuan di Ndalem Kasepuhan Pesantren Lirboyo itu berlangsung akrab penuh kekeluargaan. Pertemuan dua kiai itu berlangsung sekitar 1,5 jam. Selama sekitar 1,5 jam itu Kiai Kafabih dan Kiai Asep secara santai namun serius membicakan masalah-masalah besar dan penting. Mulai dari soal agama, nasib masyarakat, hingga NU dan kepemimpinan nasional.
Pembicaraan sempat terpotong beberapa menit saat Kiai Kafabih mempersilakan Kiai Asep makan di ruang tengah Ndalem Kasepuhan. Namun usai makan, Kiai Kafabih dan Kiai Asep lalu kembali ke ruang tamu. .
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




