Bupati Probolinggo, Muhammad Haris Damanhuri Romly.
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com - Hilangnya koper milik wisatawan asal Thailand berisi uang tunai senilai Rp108 juta di kawasan Gunung Bromo mendapat perhatian Bupati Probolinggo, Muhammad Haris Damanhuri Romly atau yang akrab disapa Gus Haris. Ia mengaku prihatin atas kejadian tersebut.
"Bromo adalah wajah pariwisata Probolinggo, dan setiap wisatawan yang datang bukan sekadar tamu. Mereka adalah sahabat yang harus kita jaga bersama. Pariwisata hanya akan tumbuh jika wisatawan pulang dengan rasa aman, nyaman, dan cerita baik tentang Probolinggo," ujarnya, Senin (16/2/2026).
Ia menegaskan, peristiwa ini harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem keamanan wisata di Bromo dan destinasi unggulan lainnya.
"Bromo tidak hanya harus indah dipandang, tetapi juga harus aman dirasakan. Karena keamanan wisata adalah kehormatan bagi daerah kita," katanya.
Sepuluh wisatawan asal Thailand sebelumnya melaporkan kehilangan beberapa koper berisi barang berharga ke Polres Probolinggo, Minggu (15/2/2026). Peristiwa terjadi saat mobil travel yang mereka tumpangi terparkir di kawasan Bromo.
Salah satu wisatawan, Nok, mengatakan koper berisi kamera, iPad, telepon genggam, pakaian, serta dokumen penting dengan total kerugian sekitar Rp108 juta.
"Dari Bromo kami kembali ke mobil sekitar pukul 11.30 WIB, dan kami dapati koper kami hilang," ucapnya.
Wisatawan lain, Mod dan Zai, menambahkan bahwa dokumen perjalanan seperti paspor juga ikut hilang. Mereka berharap barang-barang tersebut dapat ditemukan.
"Kami sangat bersedih. Kami tidak pernah mengira ini akan terjadi di sini. Kami harap barang-barang kami dapat ditemukan. Satu-satunya harapan kami adalah polisi," kata Zai.
Gus Haris mengajak seluruh masyarakat, pelaku wisata, aparat keamanan, dan stakeholder untuk menjaga keamanan destinasi wisata.
"Mari kita jaga bersama Bromo sebagai rumah yang hangat bagi siapa pun yang datang dari berbagai penjuru dunia," tuturnya. (ndi/mar)








