Kamis, 17 Juni 2021 16:16

DPRD Jatim Minta Penyekatan dan Swab Massal di Suramadu Dilanjutkan Hingga Satu Bulan ke Depan

Jumat, 11 Juni 2021 00:18 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Didi Rosadi
DPRD Jatim Minta Penyekatan dan Swab Massal di Suramadu Dilanjutkan Hingga Satu Bulan ke Depan
Drs. Achmad Iskandar, M.Si, Wakil Ketua DPRD Jatim. foto: ist.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - DPRD Jawa Timur menyikapi melonjaknya pandemi Covid-19 di Madura, khususnya Kabupaten Bangkalan. Menurut Wakil Ketua DPRD Jatim, Achmad Iskandar kondisi ini merupakan sebuah pembelajaran bersama, baik bagi seluruh masyarakat, ulama, tokoh masyarakat, dan aparatur pemerintahan untuk bersinergi menekan pandemi Covid-19.

“Paling minimal setidaknya penerapan protokol kesehatan harus dijalankan. Dengan begitu potensi penularan bisa diminimalisir,” tutur Iskandar di Surabaya, Kamis (10/6/2021).

Politikus asal Partai Demokrat ini mengaku memahami betul masyarakat di pedesaan belum memahami akan pentingnya prokes. Karena itu, pihaknya meminta sosialisasi prokes terus ditingkatkan sampai tingkat desa.

Untuk menekan pandemi Covid-19, mantan birokrat ini mendukung penuh penyekatan di Jembatan Suramadu. ”Paling tidak satu bulan penuh penyekatan di Suramadu harus dilakukan,” imbuh anggota DPRD Jatim asal Dapil Madura tersebut.

BACA JUGA : 

Percepat Penanganan Covid-19, Gubernur Khofifah Siapkan Ruang Isolasi dan Karantina di BPWS

Screening di Jembatan Suramadu Berlaku Dua Arah

Tekan Lonjakan Covid-19, Ratusan Botol Proem1 Didonasikan ke Bangkalan

Sekretariat DPRD Bali Studi Banding ke DPRD Jatim

Dengan adanya penyekatan tersebut, Iskandar berharap ada pembelajaran bagi semuanya dalam menekan pandemi Covid-19. ”Penyekatan di Suramadu merupakan sosialisasi yang sangat berharga baik bagi masyarakat Madura maupun masyarakat Surabaya untuk berhati-hati terhadap pandemi,” tandas Iskandar.

Terpisah, Ashari Anggota Fraksi NasDem DPRD Jatim meminta agar Pemprov Jatim meningkatkan tracking secara masif di wilayah Madura. Di samping itu, pengawasan ketat juga harus diberlakukan di pintu masuk dan keluar jembatan Suramadu.

Ia menilai melonjaknya kasus baru Covid-19 di kabupaten Bangkalan disebabkan karena pemeriksaan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari luar negeri yang ke Madura masih belum optimal.

"Kalau saya menilai saat ini masyarakat mulai patuh prokes. Tinggal pemerintah harus meningkatkan pengawasan di pintu masuk Surabaya. Bagi mereka yang lewat harus di-swab," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Satgas Kuratif Covid-19 Pemprov Jatim dr. Joni Wahyuhadi membantah Pemprov Jatim telah kecolongan dalam pemeriksaan kepulangan PMI. "Tidak benar. Kemungkinan ini ada dua kasus, mungkin dari pekerja migran atau akibat lonjakan saat libur lebaran," pungkas Dokter Joni. (mdr/rev)

Soal Anggaran Menhan untuk Alutsista Rp 1.700 Triliun, Ini Komentar Kiai Asep
Kamis, 17 Juni 2021 00:22 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Heboh anggaran untuk membeli Alutsista sebesar Rp 1.700 Triliun membuat Menteri Pertahanan Prabowo Subianto terus mendapat sorotan publik. Padahal, menurut Prabowo, master plan atau grand design itu permintaan ...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Kamis, 17 Juni 2021 05:46 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Di Indonesia, terutama di Bangkalan dan Kudus, Covid-19 mengganas. Ratusan orang meninggal dunia.Tapi di belahan dunia lain Covid-19 justru lenyap. Inilah yang terjadi di California. Warganya pun berpesta. Pesta merd...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...