Direktur Binmas Polda Jatim Kombes Pol RS Terr Sutiknyo. Foto: ist
“Jadi mulai saat ini tidak ada lagi satpam yang diberikan upah di bawah UMP dan tidak memiliki BPJS dan hak-hak lainnya. Ini merupakan perjuangan dan obsesi lama APSI yang saat ini telah diakomodir dalam Perpol no 4 tahun 2020,” tegasnya.
4. Anggota satpam memiliki golongan kepangkatan, yaitu pelaksana satpam, supervisor satpam, dan manajer satpam. Setiap golongan kepangkatan akan memiliki 3 jenjang kepangkatan. (pasal 19). Dengan demikian, satpam mulai saat ini akan memiliki golongan kepangkatan dan jenjang kepangkatan yang didasarkan atas kompetensi dan masa kerjanya. ini merupakan bentuk pemuliaan satpam.
5. Pakaian seragam satpam berubah warnanya menjadi coklat mirip seragam Polri dengan gradasi 20% lebih muda dari seragam polri selain untuk menciptakan “new image” bagi korp satpam, juga agar berbeda dengan seragam Satkamling.

Ketua PW Pergunu Jawa Timur H. Sururi foto bersama Adang Suryana yang akrab dipanggil Pak Dadang, Satpam Pondok Pesantren Amanatul Ummah. foto: mma/bangsaonline.com)
Pelaksanaan penggantian warna seragam ini diberikan waktu satu tahun (pasal 45), mengingat BUJP atau perusahaan setiap tahun memberikan jatah baju baru untuk satpamnya. Jadi tidak menimbulkan beban biaya baru, tapi hanya berganti warnanya saja.
Diharapkan pada tanggal 5 Agustus 2021 semua satpam di Indonesia yang telah memenuhi persyaratan sebagai satpam, sudah berganti dengan seragam warna coklat.
6. Asosiasi profesi satpam merupakan wadahnya profesi satpam untuk menyalurkan aspirasi dan kepentingan satpam. Asosiasi profesi satpam ini harus terregister di Baharkam Polri dan wajib memiliki kode etik profesi satpam. (pasal 32). Jadi anggota satpam tidak perlu menyalurkan aspirasi dan kepentingannya ke organisasi atau perkumpulan lain.
Seperti diberitakan BANGSAONLINE.com (Selasa/15/6/2021), Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A, Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto sempat kaget ketika di depan pintu gerbang Sekolah SMA dan Madrasah Aliyah Amanatul Ummah tiba-tiba ada orang berseragam polisi. Ternyata orang yang berdiri tegak di depan pintu itu adalah Adang Suryana, Satpam Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya, yang sehari-harinya dipanggil Pak Dadang.
Kiai Asep pun tersenyum ketika tahu bahwa orang yang berseragam mirip polisi tiu Pak Dadang. Bahkan H Sururi, Ketua PW Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Timur yang mendampingi Kiai Asep langsung minta foto bersama Pak Dadang.
"Saya ingin foto dengan Pak Polisi," kata mantan anggota DPRD Gresik itu sembari tertawa. (ana)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




