Nasib Pilu Puluhan Pedagang di Alaska, Ada yang Terlanjur Utang Bank Untuk Bangun Warung

Ketika Wisata Alaska menjadi viral dan ramai pengunjung, konflik pengelola dan aktivis lingkungan terjadi. Para aktivis lingkungan mempersoalkan pemanfaatan kawasan lindung untuk pendirian warung-warung. Kawasan lindung di mana terdapat sumber air, tidak boleh dimanfaatkan oleh siapa pun tanpa izin yang berwenang.

Di sisi lain, pengelola Wisata Alaska juga bersikukuh, apa yang dilakukan tidak menyalahi aturan dan seolah sengaja menantang para aktivis lingkungan. Karena tidak ada titik temu, para aktivis lingkungan akhirnya melaporkan masalah ini ke Polres Kediri.

Akibatnya, seluruh bangunan warung harus dibongkar. Ada sekitar 55 warung di dalam kawasan lindung, akhirnya dibongkar sendiri oleh pemiliknya, karena takut berurusan dengan pihak berwajib.

Salah satu pemilik warung itu adalah Maulyana. Perempuan single parent yang akrab disapa Nana itu, dibantu pemilik warung lain, harus membongkar warung yang baru saja dibangun dan menghabiskan biaya 3 jutaan rupiah.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: