Senin, 02 Agustus 2021 21:40

​Petugas Biarkan Pawai Obor Keliling Baca Burdah di Pamekasan, Ini Alasannya

Minggu, 11 Juli 2021 07:40 WIB
Editor: mma
​Petugas Biarkan Pawai Obor Keliling Baca Burdah di Pamekasan, Ini Alasannya
Pawai obor keliling sambil membaca burdah mentradisi di Pamekasan Madura. foto: skesindonews.com

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Pawai obor keliling ke kampung-kampung sambil membaca salawat burdah kini banyak digelar masyarakat Pamekasan Madura. Mereka menggelar acara tersebut sebagai ikhtiar menghilangkan Covid-19 dari Pamekasan, Jawa Timur dan Indonesia.

Bahkan mereka - seperti dikutip Antara - menggelar pawai obor secara rutin. “Hampir tiap malam ada pawai obor dengan membaca burdah oleh masyarakat di sini,” tutur Pathol Arifin, warga Trasak, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan.

Bukan hanya warga Trasak yang menggelar acara pawai obor. Warga Dusun Toroy dan Karang Tengah, Desa Dempo Barat, Kecamatan Pasean, juga menggelar pawai keliling bernuansa religius itu.

Mereka berkeliling kampung pada malam hari sambil membawa obor dan membaca dzikir dan qasidah burdah.

BACA JUGA : 

Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi di Masa Pandemi, Bupati Pamekasan Optimalkan Belanja Produk Lokal

Blusukan Pakai Motor Roda Tiga, Mas Tamam Bagi-bagi Sembako dan Uang untuk Warga Terdampak PPKM

Pemkab Pamekasan Beri Pelatihan Gratis bagi Masyarakat yang Ingin Bekerja di Pabrik Rokok

Tuntutan Pemotongan UKT Tak Digubris, Mahasiswa IAIN Madura Bakar Pos Satpam dan Rusak Aula

Peserta pawai ini terdiri dari berbagai usia. Sebagian pemuda, anak-anak, dan sebagian bahkan tokoh masyarakat serta perangkat desa.

Berbeda dengan acara keramaian lain yang dilarang, pawai obor ini tampak dibiarkan oleh petugas. Bahkan Satgas Covid-19 tampak ikut berjaga-jaga di tempat yang dilalui para peserta pawai obor tersebut.

Apa alasan petugas? Saiful, petugas Satgas Covid-19 di Pamekasan menyatakan bahwa pihaknya membiarkan acara tersebut karena bagian dari ikhtiar menghilangkan Covid-19

“Yang penting menjaga jarak dan memakai masker,” kata Saiful saat mengawasi pawai obor tersebut Jumat (9/7/2021) malam.

Pantauan BANGSAONLINE.com, pawai obor merupakan tradisi mengakar di sebagian masyarakat Madura. Pawai obor tidak hanya dilakukan masyarakat Pamekasan tapi juga masyarakat di kabupaten lain di Madura. Di antaranya di Bangkalan.

Seperti diberitakan BANGSAONLINE.com, saat Covid-19 sedang ganas-ganasnya menyerang warga Arosbaya Bangkalan beberapa hari lalu, beberapa kiai kampung berinisiatif membaca burdah dengan cara berkeliling dari kampung ke kampung. Mereka meyakini bahwa qasidah burdah yang berupa syair pujian terhadap Rasulullah SAW itu bisa mengusir wabah Covid-19 dari Arosbaya.

“Sekarang warga Paserean mengamalkan dzikir dan salawat. Terutama burdah agar selamat dari Covid-19,” kata Hj. Yeni Susilowati, warga Kampung Paserean, Kecamantan Arosbaya Bangkalan Madura kepada BANGSAONLINE.com, Minggu (13/7/2021).

“Sekarang ada burdah keliling,” tambahnya. Maksudnya, beberapa orang berkeliling kampung membaca salawat sembari memohon kepada Allah SWT agar selamat dari wabah Covid-19. Tentu mereka dengan protokol kesehatan yang sangat ketat, terutama pakai masker danmenjaga jarak aman.

Burdah adalah qasidah yang berisi salawat puji-pujian kepada Rasulullah SAW. Burdah banyak diamalkan oleh warga NU.

Dalam catatan Wikipedia, Burdah diciptakan oleh ulama sufi besar dari Mesir bernama Imam Al-Bushiri (610-695H/1213-1296 M). Nama lengkapnya Syarafuddin Abu Abdillah Muhammad bin Zaid Al-Bushiri. Selain menulis Burdah, Al-Bushiri juga menulis beberapa qashidah lain. Di antaranya Al-Qashidah Al-Mudhariyah dan Al-Qashidah Al-Hamziyah.

Penciptaan Burdah ini ada sejarahnya. Suatu ketika Al-Bushiri menderita sakit lumpuh sehingga tidak dapat bangun dari tempat tidurnya. Lalu dibuatnya syair-syair yang berisi pujian kepada Nabi, dengan maksud memohon syafa’atnya. Di dalam tidurnya, Al-Bushiri mimpi berjumpa dengan Nabi Muhammad SAW. Nabi mengusap wajah Al-Bushiri, kemudian dia melepaskan jubahnya dan mengenakannya ke tubuh Al-Bushiri. Saat ia bangun dari mimpinya, seketika itu juga ia sembuh dari lumpuhnya.

Maka para ulama lalu banyak mengamalkan Burdah ciptaan Imam Al-Bushiri itu. (tim)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Senin, 02 Agustus 2021 11:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...