Panitia Khusus (Pansus) Covid-19 di Kabupaten Jember bersama instansi terkait menggelar rapat evaluasi terkait penanganan perkembangan kasus Covid-19 di ruang rapat DPRD Jember, Senin (16/8/2021). (foto: ist)
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Panitia Khusus (Pansus) Covid-19 di Kabupaten Jember bersama instansi terkait menggelar rapat evaluasi terkait penanganan perkembangan kasus Covid-19 di ruang rapat DPRD Jember, Senin (16/8/2021).
Ahmad Halim, Wakil Ketua DPRD Jember sekaligus Ketua Pansus Penanganan Covid-19 Jember saat memimpin rapat menyampaikan bahwa hasil dari rapat itu akan direkomendasikan kepada Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Jember Bupati Hendy Siswanto.
BACA JUGA:
- Gus Fawait Raih Penghargaan di HPN 2026
- RSD dr Soebandi Jadi RS Pendidikan Dokter Spesialis, Gus Fawait: Layanan Setara di Surabaya
- Hapus Denda Pajak hingga 30 Juni 2026, Gus Fawait: Warga Tetap Wajib Bayar Pokok Pajak
- Targetkan Renovasi 1.000 RTLH pada 2026, Gus Fawait Galakkan Program Pengentasan Kemiskinan
"Di akhir kerja biasanya kita baru melakukan rekomendasi-rekomendasi, namun berbeda dengan pansus ini, karena keberadaannya Covid-19 ini belum pasti kapan berakhirnya. Maka setelah ini kita lakukan rapat internal pansus dan hasilnya akan menjadi rekomendasi kita kepada bupati," ujarnya.
Dari hasil evaluasi tersebut, terdapat beberapa catatan yang disampaikan oleh pansus kepada masing-masing instansi. Salah satunya yakni kepada PMI Jember, bahwa dibutuhkan langkah taktis untuk menyikapi masih tingginya angka Covid-19.
Menurut Wakil Ketua Pansus David Handoko, yang saat ini mendesak adalah penambahan alat terapi untuk plasma konvalesen. Sebab yang dimiliki oleh PMI Jember alatnya hanya satu.
"Sehingga banyak yang antre (untuk donor plasma konvalesen), dan itu juga dapat menghambat penanganan Covid-19 di Jember," ujarnya.
Padahal, kata David, plasma konvalesen sejauh ini efektif untuk mempercepat penyembuhan pasien Covid-19. "Plasma darah yang diambil dari pasien Covid-19 yang telah sembuh, dan kemudian diproses agar dapat diberikan kepada pasien yang sedang dalam masa pemulihan setelah terinfeksi. Jadi, donor darah plasma konvalesen adalah donor darah dari penyintas Covid-19 untuk membantu pasien lain yang belum sembuh dari corona," ucapnya.
Atas dasar itulah, pihaknya akan merekomendasikan kepada pemerintah untuk pengadaan alat tersebut.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




