Adopsi Kopi Paid, Forkopimcam Pesantren dan Puskesmas Ngletih Kota Kediri Sinergi Tangani Covid-19

Adopsi Kopi Paid, Forkopimcam Pesantren dan Puskesmas Ngletih Kota Kediri Sinergi Tangani Covid-19 Program Bincang Kesehatan dan Informasi tiap pekan yang mengadopsi dari kegiatan Koordinasi Pagi Penanganannya Covid-19 (Kopi Paid). foto: ist.

KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kecamatan Pesantren, Kota Kediri memiliki karakteristik yang unik, wilayah perkotaan dengan kondisi sosial yang mayoritas perdesaan. Salah satunya wilayah kerja Puskesmas Ngletih, yaitu Kelurahan Ketami, Bawang, Ngletih, dan Tempurejo. Dengan begitu, aksi jemput bola pun jadi opsi untuk memaksimalkan pendekatan dengan warga.

Camat Pesantren, Widiantoro mengatakan bahwa di wilayah Kecamatan Pesantren bagian timur memang perlu ada pendekatan lebih maksimal. Maka dari itu, peran 3 pilar dan posyandu menjadi penting untuk memberi edukasi ke masyarakat mengenai bahaya Covid-19 dan penanganannya apabila ada yang terpapar.

Menurut Widiantoro, dengan keunikan wilayahnya, Forkopimcam Pesantren, bersama puskesmas wilayah Ngletih terus melakukan koordinasi dan evaluasi upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Ngletih.

"Salah satunya dengan menggelar program Bincang Kesehatan dan Informasi tiap pekan yang mengadopsi dari kegiatan Koordinasi Pagi Penanganannya Covid-19 (Kopi Paid)," kata Widi, Minggu (29/8).

Widi menyampaikan, hal itu bertujuan menjadi wadah koordinasi intensif untuk 3 pilar kelurahan, tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas Ngletih serta Forkopimcam Pesantren. Selain itu, masyarakat juga dipersilakan berinteraksi pada sesi tanya jawab melalui siaran langsung Facebook dan Instagram.

“Hal seperti ini sesuai dengan arahan Wali Kota Kediri, terutama saat Kopi Paid. Kala kondisi seperti ini, memang koordinasi menjadi hal yang sangat penting. Seberat apapun itu, jika disunggi (diangkat) bersama dan saling sinergi, pasti jadi lebih ringan dan lebih cepat mendapat solusi,” ujar Widi.

Widi bersyukur hingga saat ini kasus konfirmasi Covid-19 di Kecamatan Pesantren menjadi yang terendah di bawah Kecamatan Kota dan Mojoroto.

Namun ia tetap mewanti-wanti warga untuk tetap jujur dengan kondisi yang dialami, sehingga tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain. Serta, dengan jujur atas kondisi yang dialami akan membuat penanganan lebih cepat dan tepat.

Lurah Tempurejo, Oryza Mahendra Jaya menyampaikan, dengan adanya sinergi dan evaluasi yang rutin dilakukan, upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 di Kelurahan Tempurejo juga semakin optimal.

“Dengan adanya sinergi 3 Pilar Kelurahan, PPKM Mikro Kelurahan, dan Puskesmas wilayah Ngletih ini membuat eksekusi di lapangan cukup efektif dan masyakarat lebih patuh. Salah satunya Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang ikut berperan saat kegiatan tracing dan edukasi masyarakat tentang isoter,” ujar Oryza.

Ia menambahkan, sudah hampir seluruh kontak erat yang telah di-tracing berkenan untuk ikut testing. Sehingga, kepatuhan masyarakat Kelurahan Tempurejo berdampak baik pada penurunan kasus yang signifikan.

Sedangkan Lurah Ketami, Yeriastika mengatakan, adanya kegiatan itu sekaligus lebih mendekatkan informasi pada masyarakat.

"Karena masyarakat dapat interaksi langsung melalui siaran langsung Facebook dan Instagram, menanyakan tentang gejala Covid, vaksin, dan info kesehatan lainnya. Sehingga animo masyarakat untuk saling menjaga semakin tinggi," ujar Yeri.

Ia pun memaparkan, saat ini masyarakat Kelurahan Ketami sudah hampir 85% mendapatkan vaksinasi dosis 1.

Menurut data Dinas Kesehatan Kota Kediri, per tanggal 29 Agustus 2021 terdapat penambahan 16 kasus konfirmasi sehingga jumlah kasus hingga saat ini 3.843 kasus. Di antaranya 215 masih dirawat, 3.262 lainnya dinyatakan sembuh, serta 366 jiwa meninggal dunia. (uji/ian)