Kompleks Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto Jawa Timur Foto: MMA/bangsaonline
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com – Ternyata semua unit lembaga pendidikan di bawah naungan Pondok Pesantren Amanatul Ummah memiliki keunggulan dan keistimewaan sendiri-sendiri. Tak heran jika pensantren yang didirikan Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, itu banyak melahirkan santri berprestasi.Bahkan banyak santri Amanatul Ummah yang diterima di berbagai perguruan tinggi negeri favorit dan luar negeri bertaraf internasional.
Seperti dilansir HARIAN BANGSA edisi Sabtu 21 Juni 2025, tahun ajaran 2024-2025 ini saja sebanyak 1. 237 santri Amanatul Ummah diterima di berbagai perguruan tinggi negeri dan luar negeri.
BACA JUGA:
- Ketua Panitia Muktamar NU Harus Adil dan Netral, Bukan Kubu Kiai Miftah, Bukan Kubu Gus Yahya
- Kiai Asep Bertemu Dubes Mesir Bahas Pendidikan, Mesir Siap Kirim 1.000 Guru Bahasa Arab
- Imbas Perang Global terhadap Indonesia, IAIN Gorontalo Gelar Seminar Disrupsi Ekonomi
- PW JKSN Gorontalo Dilantik, Bertekad Mandiri dan Profesional
“Santri Amanatul Ummah diterima di 32 perguruan tinggi,” kata Gus Ilyas, Koordinator Madrasah Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) Amanatul Ummah saat memberikan pengarahan kepada wali santri dan santri baru Amanatul Ummah, Kamis (17/7/2025) sore.

Gus Ilyas saat membarikan pengarahan kepada wali santri dan santri baru Amanatul Ummah di Kompleks MBI Pacet Mojokerto, Kamis (17/7/2025). Foto: MMA/bangsaonline
Putra Kiai Asep Saifudin Chalim itu mengungkapkan bahwa semua unit pendidikan di bawah Yayasan Amanatul Ummah memiliki keunggulan sendiri-sendiri. Ia memberi contoh sekolah akselerasi.
“Keunggulannya ya dua tahun itu,” kata Gus Ilyas yang alumnus Universitas Qadhi Iyyadh Maroko.
Sekolah akselerasi memang hanya ditempuh dua tahun, sehingga bagi santri yang ingin cepat-cepat kuliah bisa menyingkat waktu.
Begitu juga SMP dan SMA Unggulan Berbasis Pesantren (SMP/SMA U BP) Amanatul Ummah. SMP dan SMA BP banyak melahirkan pelajar penghafal Al Quran, mulai dari 9 juz, 15 juz, hingga 30 juz.
Seperti dilansir BANGSAONLINE Sabtu (25/5/2025), para santri Amanatul Ummah yang hafal Al Quran 30 juz tidak hanya dari SMA tapi juga tingkat SMP alias Sekolah Menengah Pertama.






