Diserang Ulat Grayak, Petani Bawang Merah di Ngasem Kediri Terancam Gagal Panen

Diserang Ulat Grayak, Petani Bawang Merah di Ngasem Kediri Terancam Gagal Panen Waras, salah satu petani bawang merah di Desa Paron saat menunjukkan ulat grayak yang menyerang tanaman bawang merah miliknya. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE

"Selama diserang ulat grayak ini, belum pernah dilihat petugas dari dinas pertanian. Tidak tahu kalau petugasnya datang ke tempat lain," ujarnya sambil menunjukkan keberadaan ulat grayak yang menyerang tanaman bawang merahnya.

(Ulat grayak yang menyerang daun bawang merah milik Waras)

Lanjut Waras, biasanya ulat grayak ini menyerang daun bawang merah pada malam hari. Sedangkan pada siang hari, ulat ini bersembunyi di bawah tanaman bawang merah atau di dalam tanah.

"Kalau daun sudah habis atau sudah mengering, ulat ini lalu menyerang umbi bawang merah yang berada di dalam tanah. Lama kelamaan umbi bawang merah juga akan habis. Makanya, kami akan memanen lebih awal," terang Waras.

Anang Widodo, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri ketika dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp mengatakan bahwa masalah tersebut akan dikonfirmasikan ke Desa Paron.

"Siap, saya konfirmasikan ke Desa Paron, makasih infonya," kata Anang singkat. (uji/ian)