Grup WA Info Pamekasan Gelar Gebyar Mencanting Bersama, Peringati Hari Batik Nasional

Grup WA Info Pamekasan Gelar Gebyar Mencanting Bersama, Peringati Hari Batik Nasional Para undangan gebyar mencanting bersama saat melihat cara pembuatan batik. Mereka juga ikut belajar cara pembuatan batik yang memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi. foto: FERDIANA LESTARI/ BANGSAONLINE

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Para komunitas pecinta Batik Pamekasan yang tergabung dalam Grup WhatsApp Info Pamekasan menggelar mencanting bersama dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional. Acara ini dilaksanakan di Desa Klampar, Kecamatan Kota, Kabupaten Pamekasan, Minggu (3/10).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Camat Kota Pamekasan Rahmat Kurniadi, KH. Mahrus Ali Malidji sebagai tokoh pecinta Batik pamekasan, Agus Widodo Koordinator Klinik Pemuda dan Remaja (Kliper) sekaligus Admin Grup WA Info Pamekasan, Abd. Rahman Pemilik Usaha Batik CV Bintang Abadi, serta mahasiswa Universitas Islam Madura dan seluruh anggota Grup WA Info Pamekasan.

Menurut Abd. Rahman, kegiatan gebyar mencanting bersama ini bertujuan menjaga dan melestarikan warisan budaya Indonesia berupa batik. Selain itu, memberikan edukasi tentang proses pembuatan batik.

"Proses pembuatan batik ini penuh dengan ketekunan, kesabaran, dan juga doa," jelasnya. Minggu (03/10/2021).

Ia juga berharap, ke depan Pemerintah Kabupaten Pamekasan betul-betul mendukung pelestarian Batik Pamekasan. Sebab, menurutnya, selama ini pemasaran Batik Pamekasan masih belum optimal, apalagi sejak adanya pandemi.

Sementara Rachmat Kurniadi, mengapresiasi kegiatan para pecinta batik tersebut. Ia menyebut, selama ini pemerintah telah memiliki program untuk mendukung pengusaha batik Pamekasan, salah satunya menciptakan Wirausaha Baru (WUB) serta mendirikan sentra batik.

"Semoga ke depan Batik Tulis Pamekasan bisa berkembang lebih baik lagi," tukasnya.

Sementara KH. Mahrus Ali Malidji sebagai tokoh pecinta batik Pamekasan, berharap kegiatan gebyar mencanting bersama ini bisa digelar secara rutin untuk melestarikan budaya bangsa.

"Batik ini sudah terbukti dengan sejarah, batik kita juga sudah tembus pasar internasional," ungkap KH. Mahrus Ali yang merupakan Kakak Bupati Pamekasan Baddrut Tamam. (pmk1/rev)