Sentra takjil di Jl. Kemayoran Pamekasan
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Sentra takjil di Jalan Kemayoran, Pamekasan, dipadati ratusan warga setiap sore selama Ramadhan.
Sebanyak 45 stan yang disiapkan pemerintah daerah hampir seluruhnya terisi sejak hari pertama pelaksanaan.
Sejak pukul 14.00 WIB, pengunjung mulai berdatangan. Menjelang waktu berbuka, suasana kian semarak.
Anak-anak muda mendominasi kerumunan, berburu takjil sekaligus menikmati momen ngabuburit bersama teman-teman.
Deretan tenda warna-warni berdiri rapi di sepanjang jalan. Aroma gorengan dan minuman segar menyeruak di udara, menarik minat warga yang memadati lokasi yang kini menjadi pusat keramaian baru di Kota Gerbang Salam.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Tenaga Kerja (Diskop UKM Naker) Pamekasan, Achmad Sjaifudin, turun langsung meninjau lokasi untuk memastikan kegiatan berjalan tertib sekaligus melihat respons masyarakat.
“Saya datang untuk melihat langsung kondisi Pasar Ramadhan dan memastikan semuanya berjalan tertib. Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat luar biasa,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, tingginya minat warga menunjukkan geliat ekonomi kerakyatan yang kembali bergairah selama Ramadhan.
“Hampir semua stan sudah terisi. Kalau ada yang kosong, sebenarnya sudah ada pemiliknya, hanya belum diisi karena masih hari pertama,” jelasnya.
Di tengah tingginya animo pengunjung, sempat terjadi kepadatan lalu lintas akibat kendaraan roda empat yang masuk ke area pasar. Untuk itu, pihaknya mengimbau agar mobil tidak memasuki Jalan Kemayoran selama kegiatan berlangsung.
“Kegiatan ini hanya 25 hari, dari pukul 14.00 sampai 18.00. Kami menghimbau agar roda empat tidak masuk supaya tidak terjadi kemacetan,” tegasnya.
Tak hanya menghadirkan ragam kuliner, Pasar Ramadan Kemayoran juga menerapkan sistem transaksi modern. Pembayaran non-tunai menggunakan QRIS diberlakukan untuk mempercepat proses jual beli.
“Dengan QRIS, transaksi lebih cepat. Pedagang tidak perlu repot mencari uang kembalian, dan antrean bisa diminimalisir,” kata Sjaifudin.
Ia berharap sistem digital tersebut ke depan dapat diikuti seluruh PKL karena dinilai lebih praktis dan transparan dalam pencatatan perputaran uang.
Sementara itu, Wiwik (26), warga Badung, Kecamatan Palengaan, mengaku Pasar Ramadan Kemayoran selalu menjadi destinasi favoritnya setiap tahun.
“Saya sudah tahu dari tahun lalu dan memang sering ke sini. Tidak bingung lagi cari takjil. Tempatnya nyaman, jajanannya bersih dan banyak pilihan,” tuturnya. (bel/dim/van)













