Suasana vaksinasi yang digelar PC GP Ansor Bangil di Gedung Anisah Foundation, Desa Sidowayah.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - PC GP Ansor Bangil kembali dipercaya melaksanakan vaksinasi. Dalam vaksinasi tahap kedua ini, total 1.200 dosis vaksin yang disiapkan, digelar di Gedung Anisah Foundation, Desa Sidowayah, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Rabu (06/10/2021).
Sekretaris PC GP Ansor Bangil, Hasan Ubaidillah menjelaskan sasaran vaksin kali ini adalah warga NU atau nahdliyin, di antaranya kader dari Fatayat, Muslimat, dan masyarakat umum yang masih di bawah naungan PC GP Ansor Bangil.
BACA JUGA:
- Ketua PC GP Ansor Bangil: Mayjen Rudy Saladin Sosok Pemimpin Humanis yang Dibutuhkan Jawa Timur
- Akhmad Soim Resmi Dilantik, LBH GP Ansor Bangil Siap Layani Bantuan Hukum di 6 Kecamatan
- Lomba Masak Fatayat NU Meriahkan HUT ke-80 RI, Ning Lia Jadi Juri Kehormatan
- PC GP Ansor Bangil Gelar Pasar Rakyat di Peringatan HUT ke-80 RI
"Tentunya yang sudah vaksin pertama di sini," jelasnya kepada HARIAN BANGSA.
PC GP Ansor Bangil sendiri cukup intens menyosialisasikan pentingnya vaksin. "Kami beserta jajaran sudah menyosialisasikan pentingnya vaksin dari dulu-dulu. Sejak Maret lalu. Alhamdulillah, respons warga nahdliyin sangat bagus," ungkapnya.
Ia pun berpesan kepada masyarakat yang belum divaksin untuk segera mendaftarkan diri. Khusus kepada pemerintah, ia berharap untuk segera menambah vial vaksin dan mempercepat program vaksinasi.
"Sehingga masyarakat yang tingkat paling bawah pun sudah tervaksin," tandasnya.
Sepengamatan di lokasi, rata-rata masyarakat getol menjalani vaksinasi karena membutuhkan sertifikat vaksin yang menjadi syarat masuk di tempat-tempat tertentu.
Salah satu contohnya Rizki. Warga Kepulungan ini menjelaskan peraturan di perusahaan tempat ia bekerja mewajibkan karyawannya tervaksin. Jika belum vaksin, konsekuensinya tidak diperkenankan masuk kerja.
"Kalau enggak vaksin, enggak boleh masuk kerja. Sudah ada teman saya yang dipanggil managemen gara-gara belum vaksin," tutur pemuda berusia 19 tahun tersebut.
"Sebenarnya perusahaan sudah mengadakan vaksinasi, tapi saat itu saya pas sakit demam dan enggak boleh ikut. Alhamdulillah dapat kesempatan di sini," tambah pria yang bekerja di perusahaan kain tersebut.
Tak berbeda jauh dengan Rizki, salah satu warga Beji, Nuril, mengaku membutuhkan sertifikat vaksin untuk dapat masuk ke tempat perbelanjaan.
"Kabarnya kan masuk mal harus pakai sertifikat vaksin, jadi ya sertifikat vaksin ini penting selain untuk menjaga kesehatan tubuh," tutup perempuan berjilbab itu. (afa/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




