Satu-satunya di Jatim, Kota Madiun Jadi Pilot Project Aplikasi Klik KB

Satu-satunya di Jatim, Kota Madiun Jadi Pilot Project Aplikasi Klik KB Penyerahan cenderamata Pil KB bagi ibu menyusui dari Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Dr. Ir. Dwi Listyawardani kepada Wali Kota Madiun Maidi.

KOTA MADIUN, BANGSAONLINE.com - Kota Madiun sabagai salah satu pemerintahan daerah yang dapat menurunkan angka stunting, hari ini kedatangan Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Dr. Ir. Dwi Listyawardani untuk meresmikan pilot project program penurunan stunting, pelayanan implan satu batang, pil KB menyusui, dan program Dashat, serta pelaksanaan vaksin Covid-19 bagi keluarga.

"Program apa pun dari pemerintah pasti berhasil di Kota Madiun. Saya tahu karena saya sebagai juri dan Kota Madiun selalu menjadi finalisnya. Rangkaian kegiatan penurunan stunting yaitu pelayanan implan 1 batang, pil KB bagi ibu menyusui. Ini untuk menjaga jarak kelahiran," ujar Dwi Listyawardani saat launching program tersebut, Jumat (15/10/2021).

Tidak hanya penggunaan implan 1 batang dan pil KB bagi ibu menyusui saja yang dijelaskan oleh Dwi Listyawardani. Ia juga menjelaskan semua bentuk usaha sebagai upaya menurunkan angka stunting bagi anak. Termasuk pembinaan bagi calon pengantin (catin) serta makan makanan bergizi dengan adanya Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat).

Selain kegiatan-kegiatan tersebut, ia menegaskan kegiatan yang lebih penting adalah launching program aplikasi Klik KB, yang hanya diadakan di Kota Madiun bagi wilayah Jawa Timur, sebagai pilot project.

"Tapi kalau program yang lainnya, kita ada di beberapa kota di Jawa Timur," terang Dwi kepada BANGSAONLINE.com usai launching.

Simak berita selengkapnya ...