Ketua Dekranasda Kota Kediri Arahkan Produk dari Tenun Ikat Ikuti Tren Masa Kini

Ketua Dekranasda Kota Kediri Arahkan Produk dari Tenun Ikat Ikuti Tren Masa Kini Ketua Dekranasda Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar (dua dari kiri) saat meninjau stan perajin tenun ikat. foto: ist.

KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Demi berkembangnya Kampung Wisata Edukasi Tenun Ikat Bandar Kidul, perlu beberapa hal yang harus dipersiapkan secara matang. Seperti produk dan juga sumber daya manusianya.

Untuk itu, Selasa (26/10) hari ini digelar pelatihan membuat produk tas dari tenun ikat Bandar Kidul. Pelatihan tas tenun ikat ini diselenggarakan 3 hari, hingga Jumat (29/10) mendatang. Tak hanya cara pembuatan tas, namun peserta pelatihan juga akan diajarkan cara pembuatan produk lain dari tenun ikat ini.

Pembukaan pelatihan ini digelar Senin (25/10) kemarin oleh Ketua Dekranasda Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar.

Ada 20 orang yang terdiri dari 10 pemilik tenun ikat dan 10 penjahit tenun ikat di wilayah Bandar Kidul yang akan mengikuti pelatihan. Mereka akan memperoleh wawasan, sekaligus mempraktikkan tata cara membuat tas, dompet, dan cenderamata tenun ikat.

Narasumber pelatihan pun seorang yang kompeten di bidangnya, yaitu seorang pengusaha tas dan dompet di Mojokerto.

Saat membuka pelatihan, Bunda Fey, sapaan Ketua Dekranasda Kota Kediri, mengajak pengrajin, pokdarwis, pemerintah, dan stakeholder lainnya berpikir bersama-sama bagaimana cara kampung tenun ikat ini bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas.

Sehingga para wisatawan yang sedang berwisata ke Jawa Timur bisa tahu dan ingin mampir ke Kediri untuk belanja tenun ikat Bandar Kidul. Apalagi kampung tenun ikat ini juga memiliki nilai histori.

Istri Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar ini berharap melalui pelatihan ini, akan muncul beragam produk yang berbahan tenun ikat. Sehingga, tenun ikat tidak akan punah.

"Jadi saat ada orang yang mampir, dan tidak suka membeli kain bisa membeli produk tenun ikat lainnya seperti tas, dompet, sepatu, topi dan lainnya. Yang penting dalam pembuatan produk harus mengikuti zaman, sehingga nilai produknya lebih meningkat," ujarnya.

Ia juga berharap tenun ikat yang ada di Kota Kediri mereknya terus bermunculan, sehingga menambah nilai jual kain tersebut.

Sementara itu, salah satu peserta pelatihan, Muhammad Azharul Ma'arif dari Tenun Ikat Sempurna Dua, menuturkan setelah mengikuti pelatihan ini produk-produknya akan dibuat lebih beragam.

Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini, karena juga diajarkan menjahit. Menurutnya, kalau para perajin tenun ikat ini bisa menjahit sendiri, akan lebih mudah untuk membuat produk sendiri.

“Minimal dari kain yang sudah kita hasilkan, bisa dibuat bermacam-macam produk,” ujarnya.

Kegiatan ini juga dihadiri Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Tenun Ikat Bandar Kidul Heri Tri Santoso, Deputi Kepala Perwakilan BI Kediri Wihujeng Ayu Rengganis, perajin dan penjahit tenuniIkat Bandar Kidul. (uji/rev)