Kementerian PPPA Kecam Keras Kasus Perundungan Bocah SD di Kota Malang, Minta Aparat Usut Tuntas

Kementerian PPPA Kecam Keras Kasus Perundungan Bocah SD di Kota Malang, Minta Aparat Usut Tuntas Nahar, Deputi Perlindungan Khusus Anak Kementerian PPPA RI.

KOTA MALANG, BANGSAONLINE.com - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) RI mengecam keras kasus pemerkosaan dan terhadap seorang siswi SD di Kota Malang yang terjadi pada 18 November 2021 lalu. Kementerian PPPA meminta aparat mengusut tuntas dalam penegakan hukum serta memberikan sanksi sesuai dengan UU yang berlaku.

“Kasus pemerkosaan dan yang terjadi sangat keji. Korban yang masih berusia 13 tahun diperkosa saat pulang sekolah dan kemudian dianiaya oleh 8 orang termasuk satu orang pelaku pemerkosaan,” ujar Nahar, Deputi Perlindungan Khusus Anak Kemen PPPA-RI melalui siaran pers Nomor B-449/SETMEN/HM. 02.04/11/2021, Rabu, (24/11).

Nahar menegaskan, kasus tersebut harus diusut tuntas dengan menerapkan UU No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Pelaku dapat dijerat dengan dua pasal sekaligus, yaitu Pasal 80 atas tindak kekerasan dan Pasal 81 atas tindak pemerkosaan terhadap korban.

Pihaknya juga mengapresiasi kepada jajaran yang cepat menangkap terduga pelaku dan telah menetapkan sebagai tersangka. Terkait hal ini, Kementerian PPPA akan memastikan agar proses hukum para terduga pelaku anak, sesuai dengan UU Sistim Peradilan Anak No 11 Tahun 2012.

Simak berita selengkapnya ...