Pihak PT Greenfields Indonesia Farm 2 saat menandatangani MoU dengan pihak Pondok Pesantren Al Hikam Wanatani.
BLITAR, BANGSAONLINE.com - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Timur (Jatim) melakukan kegiatan forum bisnis dan percepatan investasi di Jatim. Salah satu bentuk dukungannya adalah program One Pesantren One Product (OPOP) yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.
Dalam kesempatan itu PT Greenfields Indonesia Farm 2 menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah pondok pesantren (ponpes) di bidang kemitraan pakan sapi berupa tebon jagung. Sejumlah pondok itu ialah Ponpes Al Khusyu, Desa Tulungrejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar; dan Ponpes Al Hikam Wanatani, Desa Sumberingin, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar.
BACA JUGA:
- Pemprov Jatim Optimistis Target Investasi Rp147,7 Triliun pada 2026 Tercapai
- Mujahadah NU di PP Asshodiqiyah Semarang: PBNU Mendatang Harus Punya Kapasitas dan Anti Risywah
- Bendahara Umum BKN Respons Tayangan Trans7, Sebut Pendidikan Moral Bangsa Gagal Total
- Dinilai Lukai Hati Kiai dan Santri Lirboyo, Himasal Probolinggo Kecam Trans 7
Government and External Relation Manager PT Greenfields Indonesia Farm 2, Miftahuddin Nur, sangat mengapresiasi dan menyambut baik perhatian dari Pemprov Jatim atas program OPOP. Menurut dia, ini kerja sama tersebut adalah langkah menjalin sinergi antara perusahaan dengan pondok pesantren agar saling bermanfaat.
"Kami senang dapat menjalin kemitraan ini sebagai salah satu program yang dapat mendukung OPOP di Jawa Timur. Saat ini, ada dua pesantren di Kabupaten Blitar yang sudah melakukan MoU dengan PT Greenfields Indonesia Farm 2 Blitar. Harapan kami ke depannya kemitraan ini dapat bermanfaat dan membuka peluang untuk pesantren lainnya," ujarnya, Selasa (30/11). (ina/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




