Financial Inclusion Capai 92%, Khofifah Harap Kabupaten dan Kota di Jatim Jadi Smart City

Financial Inclusion Capai 92%, Khofifah Harap Kabupaten dan Kota di Jatim Jadi Smart City Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawanca dalam acara Integrated Technology Hybrid Event yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri di Ballroom Grand City, Surabaya Rabu (1/12). Foto: humas pemprov Jatim

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menginginkan seluruh kabupaten dan kota di Jatim bertransformasi menjadi smart city. Khoffiah mengajak bupati dan wali kota se-Jawa Timur untuk melakukan berbagai inovasi dan terobosan untuk mempercepat terwujudnya smart city.

"Smart city tidak hanya sekadar digitalisasi fasilitas atau pelayanan publik, namun juga memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi seluruh warga dengan baik," ungkap Khofifah dalam acara Integrated Technology Hybrid Event yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri di Ballroom Grand City, Surabaya Rabu (1/12).

Khofifah mengatakan, untuk mewujudkan smart city perlu upaya-upaya inovatif yang dilakukan ekosistem kota dalam mengatasi berbagai persoalan dan meningkatkan kualitas hidup manusia dan komunitas yang ada. Karenanya, dibutuhkan kajian menyeluruh agar konsep smart city di Jatim sesuai dengan keunggulan, potensi, dan tantangan khas daerahnya masing-masing.

"Jatim harus bisa memanfaatkan seiring dengan era Society 5.0 ini dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk membangunan infrastruktur smart city," imbuhnya.

Khofifah juga memaparkan tingkat Financial Inclusion di Jatim tahun 2021 yang telah mencapai angka 92%. Financial inclusion sendiri bertujuan mendorong masyarakat yang tidak memenuhi persyaratan dalam mendapatkan kredit usaha untuk memiliki akses ke sistem keuangan formal

Bedasarkan data tersebut, kata dia, tahun ini Jatim telah berhasil melampaui target Financial Inclusion secara nasional yakni pada tahun 2024 adalah 90%.

"Artinya, ini akan menjadi bagian dari penguatan bagaimana infrastruktur yang cerdas terpadu dengan kawasan kota cerdas dan terintergasi," ujarnya.

Menurut Khofifah, acara Integrated Technology Hybrid Event ini menjadi kesempatan baik untuk kabupaten dan kota di Jatim untuk terus melakukan improvement, melakukan inovasi, dan terus memadukan dari seluruh kinerja yang dilakukan oleh bupati dan wali kota se-Jatim maupun dengan pihak lain. Konsepsi smart city menurut Gubernur Khofifah telah diupayakan oleh Pemprov Jatim antara lain melalui smart people, smart governance, smart mobility, smart economy.

Khofifah juga menyampaikan ucapan selamat atas ditunjuknya Kementerian Dalam Negeri sebagai National Representative dalam ASEAN Smart Cities Network (ASCN). Gubernur Khofifah bersama seluruh Bupati/Walikota di Jatim menyatakan siap mendukung dan menyukseskan program Kemendagri.

"Kami mengucapkan selamat kepada Kementerian Dalam Negeri yang telah ditunjuk menjadi National Representative ASEAN Smart Cities Network (ASCN). Dan seluruh bupati wali kota se-Jatim akan menjadi bagian yang menyukseskan program dari Kemendagri," tukasnya

Khofifah melanjutkan, pembuatan ekosistem yang menunjang kesejahteraan masyarakat seperti green economy, green infrastructure, green financial harus terus menerus dilakukan. Agar nantinya, proses perubahan lebih baik bisa dilakukan secara cerdas dan terintegrasi.

"Format yang terus memberikan kesempatan kita untuk melakukan update dari hari ke hari dan upgrade dari hari ke harinya," paparnya

Simak berita selengkapnya ...