Prof. Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, dan penulis. Foto: ist
ACEH, BANGSAONLINE.com - Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Persatuan Guru Nahdhatul Ulama (Pergunu), Prof. Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, harus kembali ke Jawa Timur. Ketua PW Pergunu Aceh Tgk Muslem Hamdani Yusuf menemani beliau dan rombongan ke bandara.
Rombongan PW Pergunu Aceh lainnya melanjutkan perjalanan dan kegiatan pelantikan Pengurus Cabang Pergunu Pidie dan seterusnya, sampai ke Tamiang.
BACA JUGA:
- Apresiasi Kerja Keras Menhaj, Kiai Asep Minta Jemaah Tak Paksakan Diri Ibadah di Masjid Haram-Nabawi
- Usung Tema NU untuk Bangsa, Pengurus PCNU Bangil Periode 2026-2031 Resmi Dilantik
- Lesbumi PWNU Jatim Dorong Penanaman Nilai Perjuangan NU kepada Gen Z Lewat Kajian Poskolonial
- Istighosah Kubro Gempol, Mbak Mela Pesan Jaga Aqidah Aswaja
Beruntung sekali saya bisa mendengar heroisme perjuangan ulama yang disapa Kiai Asep ini. Juga mendengar do'a-do'a dan hizb yang menggelegar yang beliau baca saat pertemuan di Coffe Nanggroe sesaat sebelum Maghrib hingga waktu 'Isya.
Beliau membangun lembaga pendidikan dengan biaya mandiri dan bahkan hingga kini membiayai sendiri lembaga pendidikannya yang sudah sangat berkembang.
Sosoknya sangat tawadhu'. Masyaallah. Beliau berkata di atas garis kebaikan dan kebenaran. Cukup bahagia bisa mencium tangan beliau dan memeluknya sebelum beliau naik ke pesawat.
Selain mendirikan, memimpin, serta mendanai Pesantren Amanatul Ummah, beliau juga mendirikan Kampus Institut KH Abdul Chalim (IKHAC) di Mojokerto, nama yang diambil dari almarhum ayah beliau. Di kampus ini mahasiswa bisa kuliah S1, S2, hingga S3.
Di sini banyak sekali mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia belajar dengan gratis dengan tanggungan beliau. Subhanallah bukan?.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




