Mukhlas Syarqun. foto: dok. pribadi.
Oleh: Mukhlas Syarkun --- Entah apa yang ada dalam benak di kalangan kelompok takfiri (Salafi-Wahabi) yang telah menggunakan berbagai cara untuk memalsukan ta'bir kitab kitab mu'tabar.
Kini ada modus baru, yaitu menggunakan potongan ta'bir kitab Mu'tabar lalu dikomentari. Mereka membuat opini seolah-olah amalan-amalan yang diamalkan masyarakat Islam di Nusantara adalah bid'ah munkarot.
BACA JUGA:
- Gencar Sesatkan dan Kafirkan Orang Islam, Salafi Wahabi Abaikan Hadits-Hadits Shahih
- Ramadan Momentum Keluarga, Lia Istifhama Ajak Orang Tua Bangun Kedekatan Emosional dengan Anak
- Semarak HUT ke-340, Wali Kota Pasuruan Ajak Warga Lestarikan Wayang Kulit sebagai Warisan Budaya
- Ini Hasil Penelitian tentang Wahabi:Jihadi Menolak Pancasila, Harakati Aktif di HTI-PKS dan...
Dalam sepekan ini saja kami mendapat kiriman dua potongan video narasi yang sama. Yaitu menyerang amalan masyarakat di Nusantara dengan menggunakan kitab-kitab kuning yang menjadi rujukan masyarakat Islam Nusantara pada umumnya, khususnya warga NU.
Pertama, potongan video seseorang yang begitu bersemangat menyerang amalan masyarakat Nusantara, khususnya amalan tahlilan dengan menggunakan ta'bir kitab Fathul Mu'in. Lalu dikomentari bahwa kitab Fathul Mu'in ini kitab rujukan hampir semua pesantren, tapi mengapa tidak diikuti. Demikian opini yang dihembuskan.
Padahal ta'bir yang dibaca (dimaksud) adalah mengenai niyaha atau tradisi meratap kematian yang lazim dilakukan wanita jahiliyah. Juga tradisi masyarakat tentu yang melakukan niyaha berjamaah (meratap massal).
Tradisi itu kemudian dihapus oleh nabi dengan konsep ta'ziyah berdoa, dan sholat janazah.
Kedua, video seseorang yang mengklaim pengurus Ansor. Ia membaca nukilan dari kitab karya Kiai Sholeh Darat, seorang ulama yang menjadi Guru KH. Ahmad Dahlan dan Hadratussyaikh KHM Hasyim Asyari.
Dia mengomentari yang intinya kiyai Sholeh Darat menilai bahwa amalan selametan 3 dan 7 hari adalah bid'ah munkarot.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




