Warga Ramai-Ramai Tutup Paksa SDN I Banbaru Sumenep, Siswa Terlantar

”Daripada nanti kami tidak mendapatkan apa-apa, mending dari sekarang kami tutup saja SD ini, biar kalau tanah pecaton betul-betul diambil pemerintah, kami bisa menggarap tanah ini,” tegas Edi Kuncir sapaan akrabnya Edi Junaidi itu.

Sementara Kepala Sekolah SDN I Banbaru Supardi, mengaku masih berkordinasi dengan dinas pendidikan dan belum menemukan solusi. Pihaknya masih mencari tempat untuk kegiatan belajar mengajar sementara.

"Saya masih mencari rumah warga yang mau ditempati untuk kegiatan belajar mengajar," tandasnya.

Sementara akibat peristiwa itu, sebanyak 91 siswa SDN I Banbaru mulai kelas 1-6 terpaksa dibolehkan pulang ke rumahnya masing-masing setelah selama berjam-jam terkatung-katung di pinggir jalan tanpa ada kejelasan.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep Fajarisman mengaku sudah mendapatkan laporan terkait aksi penyegelan tersebut. Hanya saja dirinya untuk saat ini masih belum bisa memberikan solusi cerdas agar permasalahan tersebut bisa terselesaikan. Sehingga KBM di SDN I Banbaru bisa berjalan sebagaimana biasanya.

”Untuk laporannya sudah masuk pada kami, tapi kami masih belum bisa berbuat banyak, karena kasus itu sudah lama terjadi,” katanya.

Meskipun demikian, pihaknya mengaku akan terus mengupayakan agar persoalan tersebut segera teratasi. ”Kami tetap akan mengupayakan, karena ini menyangkut persoalan KBM. Saat ini kami masih melakukan inventarisir terhadap sejumlah lahan SD yang masih dalam sengketa,” tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO