Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur Adik Dwi Putranto. Foto: Ist.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mengantisipasi dampak kenaikan harga minyak dunia dan kenaikan nilai tukar dolar akibat perang antara Rusia dengan Ukraina, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, mengingatkan seluruh stakeholder agar bisa menjaga inflasi dalam negeri.
"Sebenarnya kalau dampak langsung hampir tidak ada, karena nilai ekspor dan impor Jatim ke dua negara tersebut sangat kecil. Tetapi ada kemungkinan kenaikan harga minyak dunia dan kenaikan nilai tukar dolar yang dikhawatirkan akan bisa mempengaruhi inflasi dalam negeri karena adanya kenaikan harga berbagai komoditas dan jasa," ujar Adik Dwi Putranto di Surabaya, Sabtu (26/2/2022).
BACA JUGA:
- Kadin Kota Probolinggo dan Jatim Bahas Kesenjangan Pendidikan-Industri
- Update Harga Sembako Jatim 12 April 2025, Telur dan Daging Ayam Kampung Turun
- Update Harga Sembako Jatim 11 April 2025: Cabai Rawit Merah Rp77.925/kg, Tomat Rp8.773/kilo
- Harga Sembako Jatim 29 Ramadan: Daging Sapi Rp120.639/kg, Cabai Merah Keriting Rp47.599/kg
Adik mengungkapkan, Rusia adalah salah satu negara penghasil minyak yang cukup besar di dunia. Dengan terkendalanya pasokan minyak dari Rusia selama peperangan, maka besar kemungkinan harga minyak dunia akan naik. Sehingga ada dua alternatif yang harus dipilih oleh pemerintah, pertama menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri atau dengan meningkatkan subsidi.
"Walaupun kenaikan harga minyak dunia ini juga memberikan angin segar untuk industri migas dalam negeri. Dan pastinya juga akan meningkatkan pendapatan negara bukan pajak yang berasal dari migas," lanjutnya.
Selain bisa mengakibatkan kenaikan harga minyak dunia, perang antara Rusia dan Ukraina juga diperkirakan mengakibatkan naiknya nilai tukar dolar terhadap rupiah karena masyarakat dunia berpotensi melakukan spekulasi dengan membeli dolar.
"Tetapi pantauan saya sampai hari ini, posisi rupiah masih kuat. Hari ini rupiah ditutup naik 0,19 persen ke level Rp 14.364 per dolar USS. Semoga saja rupiah tetap perkasa dan tidak mengalami gejolak," tandasnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




