Para PSK dan pemuda peminum miras saat digeladang ke Mako Satpol PP Kota Probolinggo.
KOTA PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com - Belasan pekerja seks komersial (PSK) terjaring operasi pekat (penyakit masyarakat). Operasi pekat yang digelar oleh Satpol PP Kota Probolinggo ini dilakukan di sejumlah titik, Minggu (10/4/2022) malam.
Akibatnya, belasan PSK itu langsung digelandang ke Mako Satpol PP Kota Probolinggo.
BACA JUGA:
- Polres Probolinggo Kota Ungkap Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi
- Akal-akalan Barcode BBM Subsidi Terbongkar, 5 Tersangka Dibekuk Polres Probolinggo Kota
- Ungkap Penyalahgunaan BBM Subsidi, Satreskrim Polres Probolinggo Raih Penghargaan dari Kapolda Jatim
- Polres Probolinggo Tangkap 7 Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi di Lima Lokasi
"Operasi pekat ini dilakukan di sejumlah titik. Seperti rel Mangunharjo, rel Penangan, Dam Wiroborang, Stadion Bayuangga, patung sapi Sumber Taman, dan sebuah rumah kos di kawasan Pilang Permai," ujar Kepala Satpol PP Kota Probolinggo, Aman Suryaman kepada wartawan, Senin (11/4/2022).
Dia menjelaskan, operasi pekat itu dilakukan agar masyarakat nyaman menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadan ini.
"Selain para PSK, petugas juga mengamankan enam pemuda yang sedang menenggak minuman keras (miras)," ujarnya.
Setelah belasan PSK itu digelandang ke mako, mereka kemudian dilakukan pembinaan dan menulis srat pernyataan agar tidak mengulang perbuatannya lagi. Sedangkan keenam pemuda itu mendapatkan sanksi push up, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan membaca teks Pancasila. (ugi/ari)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




