JEMBER, BANGSAONLINE.com - Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Jember melakukan aksi demo, Sabtu (16/4/2022). Dalam aksinya, mereka minta pemerintah segera mengusut mafia minyak goreng dan menurunkan HET minyak goreng.
"Kisruh minyak goreng dimulai sejak November 2021 yang mengalami kelangkaan dan kenaikan harga di pasaran," kata Umar Abdul Azis, selaku korlap aksi, Sabtu (16/4/2022).
BACA JUGA:
- Demo Tuntut Reformasi Birokrasi, BEM Unira Segel Ruangan Kantor Bupati Pamekasan
- Lepas Ribuan Mahasiswa KKN Kolaboratif, Bupati Jember Beri Banyak PR, Khususnya Masalah Kemiskinan
- Masih Mahal, Segini Harga Sembako Jateng per 8 April 2025
- Harga Sembako Jatim 8 April 2025: Cabai Rawit Rp73.797/kg, Beras Medium Rp12.497/kg
Dalam orasinya, Umar menyebut pemerintah tidak peduli dengan rakyatnya. "Di tengah rakyat yang sedang berjibaku memulihkan perekonomian akibat pandemi Covid-19, pemerintah justru menjerumuskan rakyatnya jatuh terpuruk," cetusnya.
Ia juga menegaskan perlunya mengawal masa jabatan presiden, agar sesuai konstitusi yang mengatur periodesasi jabatan presiden.
"Karena kami merupakan organisasi yang lahir dari semangat reformasi. Kami menolak tegas segala upaya perubahan konstitusi. Umumnya kekuasaan yang terlalu lama cenderung merusak dan diktatoris," ujarnya.
Tak hanya itu, mereka juga menyoroti kenaikan PPN dan menolak pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru yang harusnya tidak perlu, karena hanya menghabiskan anggaran.
"Pembangunan IKN yang membutuhkan biaya tidak sedikit itu, pastinya akan menjadi duri yang menghambat pemulihan ekonomi dan kesehatan masyarakat," pungkasnya. (yud/bil)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






