Survei: 64.4% Tolak Presiden 3 Periode, 74,3% Tolak Tunda Pemilu, ini 7 Penjahat Demokrasi

Survei: 64.4% Tolak Presiden 3 Periode, 74,3% Tolak Tunda Pemilu, ini 7 Penjahat Demokrasi Presiden Joko Widodo melambaikan tangan sesaat sebelum mengikuti Forum G20 di Jerman, 7 Juli 2017 waktu setempat. (Foto: AFP/Patrick Stollarz/Beritasatu.com)

JAKARTA, BANGSAONLINE.com – Inilah hasil survei terbaru tentang wacana presiden tiga periode dan penundaan pemilu. “Mayoritas masyarakat tidak setuju dengan usulan perpanjangan masa jabatan Presiden menjadi tiga periode,” ujar Rafif Imawan, peneliti yang juga Deputi Direktur Eksekutif Populi Center, dalam diskusi virtual pada Ahad, 24 April 2022.

Menurut Rafif, hasil survei itu membuktikan bahwa 64,4 persen masyarakat menyatakan tidak setuju dengan perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi (tidak setuju 55,1 persen, sangat tidak setuju 9,3 persen).

Tapi adakah yang setuju? Hanya 27,6 persen masyarakat yang setuju dengan wacana tersebut (setuju 24,3 persen, sangat setuju 3,3 persen). Adapun 8 persen responden menolak menjawab pertanyaan ini.

Dikutip Tempo, survei ini digelar pada 21-29 Maret 2022 dengan sampel sebanyak 1.200 responden yang tersebar secara proporsional di 34 provinsi di Indonesia. Responden dipilih dengan metode acak bertingkat (multistage random sampling).

Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara tatap muka. Populi mengklaim margin of error survei ini kurang lebih 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Tujuan dari survei ini adalah untuk melihat dinamika politik jelang pemilu 2024 yang kian dekat, serta isu-isu nasional yang baru-baru ini menghangat.

Menurut Rafif, masyarakat juga menolak wacana penundaan Pemilu 2024. Jumlah masyarakat yang mendukung wacana ini bahkan lebih sedikit dari pendukung wacana perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi.

"Mengenai isu penundaan Pemilu 2024, mayoritas masyarakat menyatakan tidak setuju dengan wacana penundaan tersebut. Sebesar 74,3 persen (tidak setuju 67,8 persen, sangat tidak setuju 6,5 persen) masyarakat tidak menyetujui usulan penundaan pemilu 2024,” katanya.

Dan hanya ada 15,6 persen yang menjawab setuju (setuju 14,8 persen, sangat setuju 0,8 persen) atas usulan tersebut. Adapun sebesar 10,1 persen masyarakat menolak menjawab.

Simak berita selengkapnya ...

Lihat juga video 'Sejumlah Pemuda di Pasuruan Dukung Muhaimin Maju Calon Presiden 2024':