Plt Bupati Kang Marhaen berserta istri Yuni Marhaen saat menikmati krupuk pecel bu Penik. foto: BAMBANG/ BANGSAONLINE.com
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Nama kuliner tradisional pecel sudah banyak dikenal, khususnya di Jawa Timur. Tapi nama kerupuk pecel hanya bisa ditemui di Kabupaten Nganjuk, salah satunya di Warung Kerupuk Pecel Bu Penik.
Warung Kerupuk Pecel Bu Penik ini bisa menjadi salah satu rekomendasi untuk makan siang. Terletak di Dusun Dingin, Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, warung ini tidak pernah sepi oleh pecinta kuliner.Bahkan para pembeli juga ada yang dari luar daerah.
BACA JUGA:
- Gulai Kacang Hijau dan Roti Maryam Makan Khas Ampel Surabaya, Begini Cara Buatnya
- Sparkling Nganjuk Carnival 2025 Tampilkan 234 Busana Eksotik Bernuansa Batik
- Rekomendasi Restoran Pasta dan Pizza di Ubud dengan Cita Rasa Autentik Italia
- Pemkab Nganjuk Gelar Pameran Budaya Mataraman, Dorong Pelestarian dan UMKM Lokal
Salah satu pelanggan Warung Bu Penik adalah Plt Bupati Nganjuk Marhaen Jumadi. Sesuai namanya, warung ini menyajikan pecel seperti pada umumnya. Yaitu aneka macam sayuran seperti kecambah, kubis, yang lalu disiram bumbu kacang didampingi kerupuk. Jadilah satu porsi kerupuk pecel.
Murah, nikmat, dan kenyang. Itulah yang selalu terlontar para pembeli ketika ditanya usai menikmati satu porsi kerupuk pecel.
Marhaen sendiri mengakui jika harga satu piring kerupuk pecel Warung Bu Penik sangat murah. Padahal di dalamnya berisi 12 jenis sayuran. Apalagi ditambah gorengan, maka bisa membuat perut sangat kenyang.
"Saya akui satu porsi kerupuk pecel sudah bisa mengenyangkan, meski tanpa nasi serta rasa sambel pecelnya pas banget dan nikmat," katanya.
Menurut Marhen, pecel merupakan salah saatu menu makanan favoritnya. Sebab, pecel adalah makanan sehat karena disajikan tanpa nasi, hanya memakai sayuran segar. Sehingga rendah kabohidrat.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




