Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Budi Wahju Soesilo, saat menyaksikan langsung pemeriksaan mata di Poli Mata Grha Husada. Foto: Ist
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Petrokimia Gresik memberi layanan pemeriksaan mata dan pemberian kaca mata gratis bagi 130 guru di Rumah Sakit Grha Husada, Selasa (24/5/2022). Mereka adalah guru di sekolah yang berada di sekitar perusahaan.
Ada 11 Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan Sekolah Luar Biasa (SLB) di sekitar perusahaan yang mengikuti kegiatan ini. Para guru itu mendapatkan pemeriksaan dari dokter spesialis mata RS Grha Husada serta kacamata sesuai dengan hasil pemeriksaan.
BACA JUGA:
- Musim Tanam 2026: Petrokimia Gresik Siapkan 219 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi
- Perkuat Regenerasi Petani dan Cetak Agripreneur, PG Beri Beasiswa 50 Siswa SMK Pertanian
- Hadapi Dinamika Global, Petrokimia Gresik Perkuat Pasokan Sulfur
- Dukung Pertumbuhan UMKM Warga Sekitar, Petrokimia Gresik Kembali Gelar Bazar Ramadhan Lontar 2026
Kegiatan tersebut merupakan kepedulian Petrokimia Gresik pada dunia pendidikan dalam program Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL). Kegiatan dikemas dalam program 'Petrokimia Gresik Bhakti Guru'.
Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Budi Wahju Soesilo, menyebut kegiatan ini seperti yang telah disampaikan oleh Menteri BUMN, Erick Thohir, dalam beberapa kesempatan. Di mana, program TJSL BUMN harus difokuskan pada tiga sektor, yakni Pendidikan, UMKM dan Lingkungan Hidup.
"Oleh karena itu, Petrokimia Gresik sebagai perusahaan Solusi Agroindustri bagian dari BUMN PT Pupuk Indonesia (Persero) juga turut andil memberikan kontribusinya untuk ketiga sektor tersebut," ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa kondisi pandemi Covid-19 mengharuskan kegiatan pembelajaran dilakukan secara online selama hampir dua tahun lamanya. Sehingga, aktivitas para guru banyak dihabiskan di hadapan layar komputer, laptop maupun perangkat elektronik lainnya.
"Untuk itu, Petrokimia Gresik memberikan layanan pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis agar kesehatan mata para guru tetap terjaga. Sehingga, kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berjalan optimal," tuturnya.
"Kami telah berkoordinasi dengan pihak sekolah dalam melakukan pendataan para guru, sehingga bantuan ini diterima oleh guru yang benar-benar membutuhkan," imbuhnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




