Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor bersama siswa SMPN 4 Sidoarjo usai membuat udeng pacul gowang, Rabu (31/8/2022). foto: ist
"Kalau lokal wisdom yang menjadi bagian dari budaya ini hilang, maka intervensi apapun dari dampak globalisasi dan digitalisasi lebih sulit untuk dirobohkan," paparnya.
Gus Muhdlor mengharapkan, budaya-budaya Sidoarjo dapat terus digali agar dapat memunculkan kembali produk budaya Sidoarjo setelah tari Banjar Kemuning, musik Patrol serta kupang lontong dan udeng Pacul Gowang.
Sehingga nantinya, akan ada banyak produk budaya Sidoarjo yang dapat dimasukan dalam Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI.
"Dengan kekayaan budaya yang kita miliki, jati diri Sidoarjo tidak akan mudah diterpa oleh apapun termasuk digitalisasi saat ini," tuturnya.
Kedepannya, Gus Muhdlor berencana lebih mengenalkan ikon Sidoarjo lewat pembangunan. Salah satunya, melalui tiang PJU yang berbentuk udang dan bandeng agar masyarakat langsung tahu kalau ini adalah Sidoarjo.
Dalam gerakan cinta budaya Sidoarjo pagi tadi, dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo, Tirto Adi serta Achmad Irfandi, pelopor Kampung Lali Gadget yang diundang Kepala Sekolah SMPN 4 Sidoarjo, Lilik Sulistyowati untuk hadir sebagai narasumber kegiatan tersebut. (sta/rif)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




