Jabatan Bupati Karna Tinggal 1,5 Tahun, Mampukah Buat Terobosan Situbondo Maju?

Jabatan Bupati Karna Tinggal 1,5 Tahun, Mampukah Buat Terobosan Situbondo Maju? Amirul Musthofa. Foto: Syaiful Bahri/bangsaonline.com

SITUBONDO, BANGSAONLINE.com - Perubahan yang dijanjikan Bupati Situbondo dinilai berjalan terseok-seok. Apalagi kebijakan pemerintah pusat terkait pilkada serentak membuat waktu efektif jabatan bupati dan wakil bupati hasil Pilkada 2019 hanya 3,5 tahun. Belum lagi pandemi Covid 19 yang menimpa Indonesia sejak awal 2020.

Berbagai faktor itu disebut-sebut menjadi hambatan Bupati Karna membangun Situbondo Maju. Pada sisi lain ekspektasi masyarakat terhadap perubahan tetap tinggi. Mereka berharap Bupati Karna mampu merealisasikan janji-janji perubahan Situbondo Maju.

Kini justru suara-suara sumbang penuh pesimisme bermunculan. Kondisi politik yang tidak kondusif, nihilnya program pembangunan yang dijanjikan, pupuk langka, kisruh Dana PEN, kasus korupsi yang sedang berlangsung mebambah pesimisme semakin tinggi.

Nah, dengan sisa waktu efektif 1,5 tahun mampukah Bupati Karna merealisasikan janji perubahannya? HARIAN BANGSA berusaha mengungkap suara masyarakat dengan wawancara beberapa nara sumber yang kompeten.

Diantaranya dengan Amirul Musthofa (Amir), Ketua LSM Syndicate di Warkop Jl. Basuki Rahmat, Selasa (20/09/2022). Juga wawancara dengan Dr. KH. Muhyiddin Khotib, M.Hi di Kantor PCNU Situbondo, Rabu (21/09/2022).

Terakhir dengan Dini N Aini, M.Si, (Dini), Dosen FISIP Universitas Abdurrahman Saleh (Unars) Situbondo melalui saluran telpon, Rabu (21/09/2022).

Ketiga nara sumber yang diwawancarai HARIAN BANGSA punya penilaian sama bahwa jalannya perubahan Bupati Karna dinilai stagnan. Janji-janji politik Bupati Karna masih bersifat tambal sulam sebatas formalitas dan rutinitas. Masyarakat belum merasakan manfaat dari hasil pembangunan yang dijanjikan.

Simak berita selengkapnya ...