Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah, bersama KPA usai menggelar rapat koordinasi. Foto: SYUHUD/BANGSAONLINE
Menurut dia, sosialisasi perlu dilakukan dan tidak hanya menyasar para orang dewasa, anak muda juga wajib mendapatkan hal yang sama. Hal itu penting karena generasi sekarang rentan terjangkit HIV/AIDS.
"Anak-anak muda juga perlu sosialisasi, karena merekalah yang menjadi objek utama dalam pencegahan HIV/AIDS. Stigma negatif kepada pengidap HIV/AIDS juga harus segera dihilangkan. Karena penyebab HIV/AIDS tidak hanya berasal dari hal-hal negatif saja. Ada juga yang memang terjangkit karena beberapa alasan tertentu," pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris KPA Gresik, Adi Yumanto, menyebut pasien HIV/AIDS di Kota Pudak yang menjalani terapi pengobatan sebanyak 156 orang hingga saat ini. Pasien mulai membaik sebanyak 135 orang.
"Dalam pengobatan para pasien HIV/AIDS, Gresik sudah mencapai efektivitas pengobatan sebanyak 87%. Dari 156 pasien, 135 nya mengalami penurunan jumlah virus. Jumlah ini sedikit berbeda dimana di tingkat nasional baru 73%. Nah kesenjangan presentasi ini harus kita cari masalahnya apa, sehingga kita bisa maksimal," urai Adi.
Ia menambahkan, indikator nasional pengendalian HIV/AIDS adalah melalui Fast Track 90-90-90. Yang meliputi percepatan tracking orang dengan HIV/AIDS (ODHA) sampai dengan 90 persen, terapi obat dari ODHA sampai 90 persen, dan 90 persen orang dalam terapi berhasil menekan virus, serta tidak ada lagi stigma dan diskriminasi ODHA. (hud/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




