Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim (foto kiri) saat menyerahkan medali kepada para peraih medali.
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Pelaksanaan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XIII 2022 untuk cabor catur dan bridge yang gelar di Kota Batu selesai dihelat, Kamis (24/11/2022) malam. Pada hari terakhir pelaksanaan dua cabor tersebut, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko berkesempatan mengalungkan medali kepada para pemenang.
Pengalungan dilaksanakan bersamaan dengan agenda gala dinner di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani Batu. Turut dihadiri forkopimda, Ketua PWI Jatim Lutfi Hakim, Ketua PWI Malang Raya Cahyono, Ketua KONI Kota Batu Mahfud, serta sekitar 250 kontingen.
BACA JUGA:
- Pemkot Batu Amankan Aset PSU Rp741 Miliar dari Pengembang
- Tekan Angka Kemiskinan hingga IPM Tembus 80,35, Wali Kota Batu Paparkan Capaian Positif LKPJ 2025
- Salat Id Berjemaah di Mapolres, Kapolres dan Wali Kota Batu Tekankan Toleransi Wujudkan Batu Sae
- Wali Kota Batu Lantik 139 Pejabat: Tekankan Visi 'Mbatu Sae' dan Inovasi Pelayanan
Dalam sambutannya, Wali Kota Dewanti Rumpoko mengucapkan terima kasih dan berharap semua pertandingan yang digelar di Kota Batu berkesan. Ia mengaku senang karena yang juara bukan Jatim.
"Artinya, panitia betul-betul fair play, itu sesuatu yang luar biasa. Saya ucapkan selamat ke Jabar yang mengantongi banyak medali. Kami juga mohon maaf kalau ada hal yang tidak berkenan. Mohon disampaikan untuk berbenah dan diberi masukkan untuk menjadikan Kota Batu lebih baik lagi. Sebaliknya, ketika ada hal baik bisa disiarkan," ujar Dewanti.
Sementara itu Ketua PWI Jatim Lutfi Hakim mengatakan bahwa pelaksanaan Porwanas di Malang Raya diikuti sekitar 6.000-7.000 orang. Khusus kegiatan di Kota Batu diikuti oleh 300 peserta dari cabor catur dan bridge dari 16 provinsi.
"Kami mohon maaf kalaupun yang stay dan bertanding tidak sampai 300 di Kota Batu. Tapi seluruh rombongan kontingen dari masing-masing provinsi tumplek blek di Malang Raya sekitar 6.000-7.000 orang. Saya yakin lebih dari 70 persen berkunjung ke Kota Batu karena luar biasa," bebernya.
Ia menegaskan bahwa semua atlet yang bertanding adalah anggota biasa atau senior. Artinya, para atlet membawa banyak uang untuk dibelanjakan di Kota Batu.






